Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Gelar Simulasi Pemungutan Suara, KPU Ngawi Ingin Petugas Tak Kelelahan saat Coblosan, Prima: Perlu Mekanisme yang Terukur

Budhi Prasetya • Kamis, 25 Januari 2024 | 18:30 WIB

MENUJU PEMILU: Suasana simulasi coblosan di TPS 08, Desa Watualang, Kecamatan Ngawi, Rabu (24/1) kemarin.
MENUJU PEMILU: Suasana simulasi coblosan di TPS 08, Desa Watualang, Kecamatan Ngawi, Rabu (24/1) kemarin.

NGAWIJawa Pos Radar Madiun - Coblosan berlangsung di tempat pemungutan suara (TPS) 08, Desa Watualang, Ngawi, Rabu (24/1) kemarin.

Semua unsur dalam pemungutan suara pada salah satu TPS di Ngawi itu menjalankan tugas masing-masing. Pun, hingga proses rekapitulasinya.

''Ini simulasi, dibuat semirip mungkin dengan kondisi sebenarnya,'' kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi Prima Aequina Sulistyanti.

Baca Juga: 9.000 Lembar Surat Suara Rusak, Distribusi Logistik Tunggu Penggantian dari Vendor

Simulasi dilaksanakan untuk sejumlah tujuan. Termasuk, dalam rangka menghitung keperluan waktu dan mekanisme pergantian petugas KPPS.

Sebab, tidak ada waktu istirahat sholat makan (ishoma) saat pemungutan suara, penghitungan, hingga rekapitulasi.

"Perlu mekanisme yang terukur untuk pergantian antara tujuh petugas KPPS agar tidak kelelahan seperti dulu," ungkap Prima.

Baca Juga: 26 Hari Jelang Pemungutan Suara, KPU Ponorogo Gelar Simulasi Coblosan Lagi, PPK Didapuk Jadi KPPS

Simulasi juga bermaksud untuk menakar kemampuan teknis petugas KPPS. Pun, mengidentifikasi persoalan selama proses pemungutan suara, penghitungan, hingga rekapitulasi.

Termasuk untuk sosialisasi suara sah atau tidak, 

''Simulasi menggunakan surat simulasi bukan spesimen, gambar dan nama tidak persis yang asli,'' tuturnya.

Baca Juga: Ikuti Simulasi Coblosan Pemilu 2024, Warga Keluhkan Surat Suara, Hartini: Bilik Suaranya Kecil, Kertasnya Besar, Jadi Sulit di-Beber

Wabup Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menilai, simulasi penting dilakukan. Agar penyelenggara pemilu di tingkat paling bawah benar-benar siap melayani pemilih.

Sebab, pemilu serentak dengan lima surat suara cukup sulit. "Kami menghimbau KPU membangun sinergitas dengan pemerintah daerah, penyelenggara pemilu lainnya, serta TNI-Polri untuk benar-benar siap," ungkap wabup. (sae/den)

Editor : Budhi Prasetya
#kpps #pemungutan suara #ngawi #simulasi