NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Distribusi logistik Pemilu 2024 di Ngawi tidak sepenuhnya berjalan mulus.
Komisi pemilihan umum (KPU) Ngawi mendapati sejumlah kesalahan distribusi logistik luar kotak yang dimulai Kamis (8/2) lalu.
Logistik berupa bilik, formulir daftar pemilih tetap (DPT) dan daftar calon tetap (DCT) itu didistribusikan dari gudang di Desa Keniten, Geneng, ke 19 kecamatan.
"Masih ada beberapa kesalahan distribusi,’’ kata Ketua KPU Ngawi Prima Aequina Sulistyanti, Jumat (9/2) kemarin.
Kekeliruan meliputi kekurangan, kelebihan, dan tertukarnya form DCT atau DPT. Pihaknya akan melakukan penyisiran lantaran beberapa panitia pemilihan kecamatan (PPK) telah meneruskan logistik ke panitia pemungutan suara (PPS).
‘’Kami menyisir setiap PPS. Jika tertukar, lebih atau kurang, segera dikembalikan ke KPU Ngawi untuk didistribusikan ulang,’’ ujarnya.
Prima juga meminta setiap PPK maupun PPS berkoordinasi dengan Forkopimca sebelum menggeser logistik ke tempat pemungutan suara (TPS).
Langkah itu mengantisipasi perselisihan dengan pemangku kepentingan lain.
"Sempat terjadiperselisihan dengan aparat keamanan karena kesalahpahaman jadwal distribusi,’’ ucapnya.
Ketua Bawaslu Ngawi Yohanes Pradana Vidya Kusdanarko mengatakan, pengawasan distribusi logistik krusial. Demi memastikan itemnya sejenis, tepat sasaran, dan tepat waktu.
Selain itu memastikan tempat penyimpanan logistik aman dari ancaman air hujan.
"Kami awasi juga potensi penyalahgunaan dari pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi ini,’’ ujarnya. (sae/cor)
DISTRIBUSI LOGISTIK DI LUAR KOTAK
JENIS LOGISTIK
2.754 formulir DPT
2.754 formulir DCT
11.016 bilik suara
KENDALA DISTRIBUSI
Kekurangan, kelebihan, dan tertukar form DCT atau DPT
Kesalahpahaman jadwal distribusi
Sumber: Diolah dari wawancara
Editor : Budhi PrasetyaSumber : Radar Madiun