NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Selain petugas KPPS dan penyelenggara pemilu lainnya, Dinas Kesehatan Kesehatan (Dinkes) Ngawi juga kerja keras selama proses pemungutan hingga penghitungan suara, Rabu (14/2) kemarin.
Mereka bersiaga mengantisipasi layanan darurat selama proses pemungutan hingga penghitungan suara. Maklum, tahapan ini menguras tenaga dan stamina petugas penyelenggara pemilu.
Benar saja, tenaga kesehatan (nakes) sempat merawat dua petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang drop.
Keduanya, anggota KPPS TPS 7, Desa/Kecamatan Kasreman, dan salah satu ketua KPPS di Desa Bintoyo, Kwadungan.
"Kami respons cepat dengan membawa ke puskesmas terdekat. Alhamdulillah tertangani,’’ kata Kepala Dinkes Ngawi Yudono, Rabu (14/2).
Yudono mengatakan, dua petugas KPPS kecapekan dengan gejala pusing, mual, dan sesak. Selain lelah, keduanya mengaku tidak sempat sarapan. Hal tersebut yang membuat badannya tumbang.
Sebelumnya, tim medis 24 puskesmas telah diminta bergerak untuk memeriksa kesehatan petugas KPPS secara berkala.
"Kami minta mereka stand-by, sehingga responsnya cepat,’’ ujarnya.
Hingga berita ini selesai ditulis, Ketua Komisi Pemilihan Umum Ngawi Prima Aequina Sulistyanti mengklaim proses pemungutan dan penghitungan suara lancar.
Mengacu jadwal, rekapitulasi harus selesai pukul 12.00 WIB hari ini.
"Rekapitulasi di tingkat PPK mulai 17 Februari hingga 3 Maret,’’ ucapnya. (sae/cor)
Editor : Budhi PrasetyaSumber : Radar Madiun