Dua Opsi Cegah Insiden Berdarah Terulang, Pemdes Pilih Siapkan Relawan ketimbang Tutup Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Asep Syaeful • Dipublikasikan Jumat, 16 Februari 2024 | 20:30 WIB
TERSEBAR: Potongan tubuh Sri Wahyuni, 41, pedagang sayur yang tertabrak KA Sancaka, berserakan di sepanjang rel. (ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI)
TERSEBAR: Potongan tubuh Sri Wahyuni, 41, pedagang sayur yang tertabrak KA Sancaka, berserakan di sepanjang rel. (ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Kecelakaan yang melibatkan kereta api (KA) di perlintasan tanpa palang pintu sudah berulang kali terjadi.

Terbaru, seorang pedagang sayur yang mendendarai sepeda motor tewas tertemper KA Sancaka saat melintas di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Wonokerto, Kedunggalar, Ngawi. 

Dua opsi solusi jangka pendek mengapung pascainsiden memilukan tersebut. Yakni menutup perlintasan atau menyediakan palang pintu manual dengan penjagaan.

"Dua opsi itu setelah berkoordinasi dengan PT KAI Daop 7 Madiun,’’ kata Kabid Keselamatan Dinas Perhubungan Ngawi Fajar Anasrul, Kamis (15/2) kemarin.

Fajar mengatakan, opsi menutup pelintasan kereta api sebidang Desa Wonokerto perlu ditelaah dengan matang.

Risikonya warga menempuh perjalanan lebih jauh karena harus mencari jalan alternatif. Sementara solusi kedua perlu diawali dengan menyediakan palang pintu manual dan relawan penjaga.

"Opsi kedua yang diambil setelah berkomunikasi dengan pemerintah desa setempat,’’ ujarnya.

Perlintasan KA sebidang di Wonokerto tidak masuk proyek pengadaan palang pintu tahun ini. Pemkab hanya mengakomodasi kegiatan itu di tiga titik.

Yakni, perlintasan KA di Desa Pakah, Mantingan; Sidolaju, Widodaren; dan Tempuran, Paron.

"Ketiga titik tersebut prioritas karena lokasinya strategis, jalurnya ramai, dan mobilitas kendaraannya tinggi,’’ urai Fajar. (sae/cor)

 

SOLUSI JANGKA PENDEK CEGAH TEMPERAN TERULANG

  1. Menutup perlintasan kereta api. Risikonya pengguna jalan perjalanan lebih jauh karena harus memutar.
  2. Menyediakan palang pintu manual dengan penjagaan dari relawan. Pengadaannya berkoordinasi dengan Pemdes Wonokerto.
Editor : Budhi Prasetya
Sumber : Radar Madiun
perlintasan tanpa palang pintu ngawi ka sancaka