NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Panidjan, warga Desa Munggut, Padas, Ngawi, sempat membuat bingung keluarganya pada hari Sabtu petang (9/30 lalu.
Pasalnya lelaki 69 tahun itu tak kunjung pulang ke rumah. Petani tersebut diketahui menjalani rutinitasnya di sawah di hari nahas itu.
Lantaran tak kunjung pulang, pihak keluarga Panidjan pun melakukan pencarian. Hasilnya, Panidjan ditemukan sekitar pukul 19.30 WIB.
Sayangnya sudah dalam keadaan tak bernyawa. Jasadnya ditemukan di dasar sumur sedalam kurang lebih 20 meter di sawah miliknya.
Pihak keluarga yang panik seketika minta pertolongan warga. Namun, warga tidak ada yang berani turun ke dalam sumur.
Mereka khawatir menghirup gas beracun sehingga pilih meminta bantuan tim SAR.
Tak berapa lama, petugas penyelamat datang ke lokasi. Tim SAR mengevakuasi korban dari dalam sumur.
"Kemungkinan terpeleset, setelah dievakuasi sudah meninggal dunia,’’ kata Yanto, warga setempat Minggu (10/3).
Dimas Pujianto, petugas SAR Sikatan Ngawi, menyampaikan bahwa evakuasi sempat terkendala lantaran sumur yang sempit.
Pun, ditambah posisi korban yang terjepit mesin pompa air. Alhasil, butuh waktu sekitar 30 menit untuk mengevakuasi korban.
"Sumurnya sempit, selain itu korban posisi terjepit diesel,’’ ujar Dimas.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah duka. Polisi sudah melakukan visum.
Dugaan kepolisian, korban tewas akibat terpeleset lalu jatuh ke dalam sumur saat memperbaiki selang air. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya