NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Banjir merendam ribuan hektare sawah di Ngawi, sejak Minggu (10/3) hingga Senin (11/3).
Padahal, ribuan sawah yang terendam banjir di Ngawi itu dalam kondisi siap panen.
Data yang dihimpun Pemkab Ngawi, total ada 1.393 hektare sawah yang terendam banjir padahal sudah bersiap akan panen.
Beruntung merekpara petani setempat mendaftar sebagai peserta asuransi.
Bupati Ngawi Oni Anwar Harsono menyatakan, para petani yang sawahnya terdampak banjir bisa mengajukan asuransi usaha tani padi atau AUTP dari pemerintah pusat.
Ini untuk mengurangi kerugian akibat bencana alam yang mereka alami.
"Bagi petani yang sawahnya terendam banjir, dapat mengajukan asuransi tani ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian," kata Ony, seperti ditulis Antara.
Ony mengatakan, semua petani di Kecamatan Kwadungan yang lahannya terendam banjir sudah terdaftar sebagai peserta AUTP.
Pasalnya, Kwadungan tergolong sebagai wilayah rawan banjir di Ngawi.
"Harapannya air segera surut, sehingga bulir padi siap panen tidak terlalu lama terendam air. Kalau terlalu lama kena air, otomatis akan berdampak pada kualitas panen," kata dia.
AUTP merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI yang bertujuan memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen.
Baik akibat risiko serangan hama ataupun bencana alam.
Risiko yang dijamin dalam AUTP meliputi bencana banjir, kekeringan, serangan hama, dan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Hama pada tanaman padi, antara lain wereng cokelat, penggerek batang, walang sangit, keong mas, tikus, dan ulat grayak.
Sedangkan penyakit pada tanaman padi, antara lain tungro, blas, busuk batang, kerdil rumput, dan kerdil hampa. (naz)
Editor : Mizan Ahsani