NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Keberadaan lubang di jalan membuat kesal dan geram warga Desa Munggut, Padas, Ngawi.
Sekian lama menahan geregetan, warga desa setempat menanam pohon pisang pada lubang di Jalan Raya Ngawi-Caruban, Kamis (14/3).
''Ini bukan kritik, lebih karena kasihan banyak korban berjatuhan,'' kata Santoso, warga setempat.
Suara keras bersumber dari kendaraan yang jadi korban “ranjau darat” itu kerap ia dengar. Bahkan, tak sedikit pemotor yang terjatuh akibat lubang menganga di ruas jalan tersebut.
Santoso menyampaikan, setiap hari puluhan lubang di jalan nasional itu kerap memakan korban. Tak sedikit pengendara sepeda motor yang celaka.
Tak terkecuali di satu lubang sedalam 20 sentimeter dengan diameter sekitar 60 sentimeter yang kini ditumbuhi pohon pisang itu.
''Kasihan banyak yang jatuh, sehari bisa tiga sampai tujuh orang,'' ucap mekanik sekaligus pemilik bengkel di tepi jalan sarat lubang itu.
Santoso menuturkan, lubang jalan acap membuat kendaraan rusak. Kendati bengkel menjadi rame, dia tak sampai hati dengan kondisi yang membahayakan pengendara itu.
''Kebanyakan kejadian saat anak-anak sekolah berangkat, kemudian malam akibat penerangan jalan yang kurang,'' ujarnya.
Ruas jalan wewenang pemerintah pusat dengan puluhan lubang berbahaya itu kini bak kebun pisang.
Menurut Santoso, penanaman pohon pisang itu sebagai tanda agar pengendara berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut.
''Lubang-lubang timbul selama musim penghujan ini, perbaikan sejauh ini cuma tambal sulam,'' terangnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya