NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Sikap Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono ini patut dijadikan contoh bagi kepala daerah lainnya.
Dirinya tak segan meminta maaf kepada masyarakat melalui surat terbuka di salah satu grup Facebook. Itu terkait dengan lubang jalan yang ada di wilayah Ngawi.
Sebagai bupati, Ony Anwar Harsono tetap menerima kritik dan protes masyarakat dengan lapang dada. Ia tak melempar tanggung jawab kepada pihak lain.
Permintaan maaf terbuka itu pun dituliskan dengan kalimat yang santun, seperti ini :
Di bulan Ramadan ini, izinkan kami memohon maaf kepada saudaraku seluruh warga masyarakat Ngawi dan yang melintasi Kabupaten Ngawi dengan ketidaknyamanan jalan, baik jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten.
Sebelumnya, jalan berlubang di Ngawi sempat menimbulkan protes dan keluhan dari warga.
Salah satunya dengan menanam pohon pisang di salah satu lubang sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan.
Bahkan, baru-baru ini seorang pemotor meninggal dunia akibat lubang di Jalan Ngawi – Mantingan.
''Kami minta maaf,'' kata Ony saat dikonfirmasi, Kamis (21/3) kemarin.
Permintaan maaf Ony tersebut merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai pemangku kebijakan di daerah.
Dia berlapang dada menerima segala kritik, saran, usulan, dan harapan, terkait jalan berlubang yang tertuju ke bupati.
Kendati, ruas jalan yang diprotes itu merupakan jalan nasional. Dia mafhum perihal tersebut.
''Masyarakat kan tidak mungkin wadul langsung ke presiden atau gubernur,'' ujarnya.
Disinggung soal penanganan di jalan nasional maupun provinsi, kewenangan pemkab perihal infrastruktur itu coba dipaparkan.
Ony menekankan, pemkab punya keterbatasan kewenangan dalam mengintervensi. Sehingga, tidak bisa membantu secara langsung melalui APBD.
''Hal ini perlu disampaikan kepada masyarakat,'' terangnya.
Ony mengungkapkan bahwa pemkab fokus untuk perbaikan jalan kabupaten. Tahun ini, disediakan anggaran Rp 143 miliar untuk perbaikan 12 ruas jalan sepanjang 45,2 kilometer.
''Mengenai perbaikan jalan provinsi maupun nasional juga tidak dilupakan, kami terus koordinasi dengan pusat dan provinsi,'' pungkasnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya