NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pihak Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan pembunuhan terhadap Saminten.
Penyidik Polres Ngawi melakukan serangkaian upaya mencari sisik melik di balik meninggalnya warga Desa/Kecamatan Bringin, tersebut.
Kabar terakhir, pihak kepolisian menunggu hasil tes DNA dari luka yang ada di tangan Parsi. Suami Saminten itu menggeleng tanda tak tahu-menahu perihal dugaan pembunuhan yang menimpa istrinya.
Sementara itu, sejumlah tetangga korban mengungkapkan jika pasangan suami istri (pasutri) itu kerap terlibat pertengkaran.
''Mereka berdua sering cekcok, kemungkinan karena masalah ekonomi,'' kata Dwi Purwanto, kasun setempat, Kamis (21/3) kemarin.
Dwi menyampaikan, pasutri itu tidak bekerja alias nihil penghasilan tetap. Bisa dibilang, keduanya tergolong warga dengan perekonomian sulit.
''Sepengetahuan saya, keduanya mengandalkan kiriman uang dari anak angkat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,'' bebernya.
Kades Bringin Puji Rahayu mengamini bahwa Saminten dan Parsi tergolong keluarga miskin.
Pasutri itu termasuk penerima bantuan permakanan selama Maret-April 2024 dari Pemkab Ngawi.
''Sehari mendapatkan dua kali jatah makan,'' kata Puji.
Mereka belum masuk sebagai penerima bantuan pangan non tunai (BPNT). Puji menyampaikan, pihaknya mengupayakan pasangan lansia itu mendapatkan bantuan.
Termasuk, penyaluran bantuan dari beberapa lembaga non pemerintahan.
''Mayoritas bantuan yang sudah disalurkan berupa sembako,” ungkapnya.
Puji berhitung, hampir dua tahun Saminten dan Parsi tinggal di Desa Bringin. Itu setelah keduanya pulang dari Kalimantan mengikuti program transmigrasi.
''Di sini, keduanya menempati rumah semi permanen di tanah milik keponakannya,'' ujar Puji.
Diketahui, Saminten tewas pada Selasa (19/3) lalu. Jasadnya terbaring di ranjang dengan leher terlilit jarit.
Laporan Parsi ke polisi, Saminten gantung diri. Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa Saminten tidak gantung diri melainkan korban pembunuhan.
Itu berdasarkan hasil sejumlah penyelidikan berdasarkan kejanggalan yang ditemukan. Seperti, telinga jasad Saminten mengeluarkan daerah.
Kondisi tersebut jamaknya tidak dialami korban gantung diri. Pun, hasil pemeriksaan medis terkait luka cekikan di leher korban.
Terduga pelaku mengarah ke Parsi. Namun, si suami ini ngotot bahwa Saminten gantung diri. Polres Ngawi masih berupaya mengungkap kasus pembunuhan ini. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya