Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Perusahaan Bioskop Jaringan Nasional asal Jakarta Lirik Potensi Ngawi, Investor Siap Audiensi dengan Pemkab

Asep Syaeful • Rabu, 27 Maret 2024 | 17:30 WIB

AGUSTUS SPESIAL: Bioskop Cinepolis menayangkan sederet film spektakuler di Agustus yang penuh dengan momen spesial ini. (ISTIMEWA)
AGUSTUS SPESIAL: Bioskop Cinepolis menayangkan sederet film spektakuler di Agustus yang penuh dengan momen spesial ini. (ISTIMEWA)

 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Jumlah investor yang berniat menanamkan modal usahanya di Ngawi semakin bertambah.

Setelah tiga taipan asal Hong Kong, kini giliran investor asal ibu kota melirik peluang investasi di Ngawi.

Ya, sebuah perusahaan bioskop asal Jakarta dikabarkan siap beraudiensi dengan Pemkab Ngawi terkait investasi tersebut.

''Mereka sudah berkontak, ingin kirim proposal terkait keinginannya audiensi,'' kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi Totok Sudaryanto, Selasa (26/3).

Totok menyampaikan, ketertarikan perusahaan yang bergerak di bidang hiburan itu menjadi modal awal pemkab dalam menarik investasi.

Jika nanti audiensi terlaksana, lanjut dia, keuntungan dan potensi pasar Ngawi akan dipaparkan. Itu juga sebagai bahan pertimbangan.

''Proses investasi memang tidak bisa langsung, tentu investor punya kajian dan perhitungan bisnis tersendiri,'' ungkap Totok.

DPMPTSP optimistis mampu menggaet jaringan bioskop nasional itu. Menurut Totok, minat masyarakat menonton film di layar lebar cukup tinggi.

Saat ini, di Ngawi hanya ada satu bioskop. Film yang diputar kadang terbatas. Sehingga, banyak penonto yang lari ke Kota Madiun.

''Kalau nanti sekaligus dengan mal perbelanjaan, tentu Ngawi akan semakin ramai,'' pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga pemilik modal asal Hong Kong membangun pabrik di Kecamatan Geneng dan Kasreman, Ngawi.

Tak urung, keberadaan pabrik tersebut diyakini mampu menyerat tenaga kerja yang tidak sedikit sehingga diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran di Ngawi.

"Ada yang sudah pembangunan dan proses pembebasan lahan,’’ kata Kepala DPMPTSP Ngawi Totok Sudaryanto.

Dirinya mengatakan, tiga investor tersebut bergerak di industri manufaktur mainan. Namun demikian, Totok mengaku belum mengantongi nilai investasi ketiga taipan Hong Kong itu.

Sebab pelaporan dilakukan per semester melalui aplikasi di Kementerian Investasi.

"Jika semuanya berjalan, perkiraan ada 10 ribu lowongan pekerjaan terbuka,’’ ujarnya.

Menurut dia, serapan tenaga kerja dari pabrik padat karya bakal meningkatkan perekonomian masyarakat.  (sae/den)

Editor : Budhi Prasetya
#DPMPTSP #investor #hong kong #ngawi #investasi #bioskop