Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Batik Wahyu Ngawiyat Khas Ngawi Mendunia di Panggung Indonesia Fashion Week, Bupati Ony dan Istri Jadi Model Dadakan

Asep Syaeful • Senin, 1 April 2024 | 21:15 WIB

 

PAMERKAN BATIK KHAS: Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Ana Mursyida bersama mantan Gubernur Jatim Emil Dardak dan Arumi Bachsin di panggung Indonesia Fashion Week.
PAMERKAN BATIK KHAS: Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Ana Mursyida bersama mantan Gubernur Jatim Emil Dardak dan Arumi Bachsin di panggung Indonesia Fashion Week.
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Disaksikan ratusan pasang mata pengunjung Indonesia Fashion Week 2024, Ony Anwar Harsono dan Ana Mursyida pede (percaya diri) berlenggak-lenggok di atas cat walk.

Penampilan bupati Ngawi dan ketua TP PKK Ngawi itu mencuri perhatian mata pengunjung Indonesia Fashion Week 2024 .

Bukan hanya karena gaya berjalannya yang memikat. Melainkan juga busana batik Wahyu Ngawiyat, batik khas Ngawi, yang dikenakan keduanya.

"Kami sangat bangga batik Ngawi tampil di Indonesia Fashion Week yang bertaraf internasional,’’ kata Ony kemarin (31/3).

Ony dan Ana tampil menjadi model Indonesia Fashion Week 2024 yang digelar Kamis (28/3) lalu.

Keduanya mengenakan busana dengan tema Electra of Wahyu Ngawiyat yang didesain Eko Tjandra, desainer dari Miss Mega Bintang 2023, sebuah ajang kontes kecantikan.

Dalam panggung Indonesia Fashion Week, kabupaten ini juga menduniakan busana batik Wahyu Ngawiyat buatan tiga desainer lokal.

Ketiganya, Rhiana Putri, Tofa Anglo, dan Ulfa Mumtaza. Busana buatan nama yang disebut pertama itu juga dikenakan mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan Arumi Bachsin, istrinya.

"Indonesia Fashion Week menjadi wadah bagi desainer lokal dan UMKM di bawah Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Ngawi untuk menampilkan karyanya,’’ ujar bupati.

Ony menerangkan, kepesertaan Ngawi dalam Indonesia Fashion Week sekaligus menandai lauching batik Wahyu Ngawiyat.

Batik itu sebagai identitas Ngawi yang berada di wilayah bekas Kerajaan Mataram dan punya kultur Mataraman.

Motif batik Wahyu Ngawiyat merupakan pengembangan motif batik yang lama. Pengembangan itu antara lain padi dan wadah nasi yang punya kaitan dengan ketahanan pangan.

"Penamaan Wahyu Ngawiyat merujuk pada coraknya yang menyerupai sayap,’’ ujarnya.

Bupati mengatakan, turunan motif batik Wahyu Ngawiyat buatan UMKM dikurasi bersama Balai Besar Kerajinan dan Batik Nasional Jogjakarta.

Motif yang dikurasi itu kemudian diseminarkan dan didaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

"Kami berharap batik Wahyu Ngawiyat bisa dikenal khalayak melalui event Indonesia Fashion Week,’’ ucapnya. (sae/cor/*)

Editor : Budhi Prasetya
#batik #emil dardak #Indonesian Fashion Week #ony anwar harsono #bupati #ngawi #arumi bachsin