NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pembangunan Tol Ngarobat (Ngawi-Bojonegoro-Babat) belum bisa dilintasi tahun ini.
Pasalnya masih ada sejumlah kemungkinan yang mengiringi rencana pembangunan megaproyek di Ngawi itu.
Salah satunya soal perubahan trase Tol Ngarobat yang masuk wilayah Ngawi yang juga dikenal dengan sebutan Bumi Orek-orek.
''Ada dua opsi trase,'' kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Ngawi Indah Kusuma Wardhani, Minggu (14/4).
Dalam perencanaan semula, trase ditentukan melintasi delapan desa di tiga kecamatan (selengkapnya lihat grafis). Panjangnya sekitar 15,5 kilometer.
''Banyak lahan sawah dilindungi yang terdampak jika memilih trase ini,'' ungkap Dhanik, sapaan Indah Kusuma Wardhani.
Namun, Dhanik juga mengungkapkan jika ada trase alternatif untuk Tol Ngarobat di wilayah Ngawi. Jalur melintasi lima desa di tiga kecamatan (selengkapnya lihat grafis).
Dia menuturkan, trase alternatif lebih sulit karena perlu melintasi Bengawan Solo sebanyak dua kali. Harus infrastruktur tambahan berupa jembatan.
''Jaraknya dua kali lipat dari trase yang pertama itu,'' ujarnya.
Tahap perencanaan proyek Ngarobat mandek sepanjang 2024. Faktor tahun politik.
Megaproyek itu masih di-hold oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai pemrakarsanya. Perencanaan akan dilanjut tahun depan.
''Sampai sekarang, belum ada final design trase mana yang akan digunakan,'' ujarnya.
Diketahui, Tol Ngarobat bakal digarap dengan sistem kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
Saat ini, masih persiapan dokumen pra kualifikasi dan teken perjanjian KPBU. (sae/den)
TOL NGAROBAT DI NGAWI
TRASE SEMULA
Kecamatan Geneng
- Desa Geneng
Kecamatan Ngawi
- Desa Mangunharjo
- Desa Kandangan
- Desa Kartoharjo
- Desa Karangtengah Prandon
- Desa Banyu Urip
Kecamatan Kasreman
- Desa Tawun
- Desa Kiyonten
TRASE ALTERNATIF
Kecamatan Ngawi
- Desa Watualang
Kecamatan Paron
- Desa Kebon
Kecamatan Pitu
- Desa Pitu
- Desa Dumplengan
- Desa Selopuro
Diolah dari berbagai sumber
Editor : Budhi Prasetya