Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Puluhan Sekolah Rusak, Mayoritas Didominasi Kerusakan Atap, Pemkab Ngawi Butuh Rp 30 Miliar untuk Perbaikan

Asep Syaeful • Sabtu, 20 April 2024 | 01:00 WIB

 

PEKERJAAN RUMAH: Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono saat meninjau salah satu sekolah rusak beberapa waktu lalu.
PEKERJAAN RUMAH: Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono saat meninjau salah satu sekolah rusak beberapa waktu lalu.
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Jumlah sekolah rusak di Ngawi tak bisa dihitung dengan sepuluh jari tangan.

Menurut catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (dikbud) Ngawi, sekitar 15 persen dari jumlah total 476 SDN atau 71 bangunan.  

Sementara persentase sekolah rusak tingkat SMP sebanyak 10 persen dari 50 gedung yang butuh perbaikan.  

"Kategori kerusakannya ringan, sedang, dan berat,’’ kata Kepala Dikbud Ngawi Sumarsono, Kamis (18/4) kemarin.

Menurut Sumarsono, kerusakan atap mendominasi laporan sekolah rusak yang diterimanya.

Hal itu lantaran struktur kayu sudah termakan usia. Seperti di ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, dan musala.

"Kalau untuk fondasi masih relatif aman,’’ ujarnya. 

Karena jumlahnya tergolong tidak sedikit, perbaikan sekolah rusak tersebut membutuhkan anggaran yang mencapai angka puluhan miliar.

Sumarsono berhitung sedikitnya butuh dana antara Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar untuk menuntaskan perbaikan kerusakan.

Dirinya menyebut sumber anggarannya bisa dari APBD maupun APBN.

"Kami usulkan perbaikan ke pemkab dan pemerintah pusat,’’ ucapnya. (sae/cor)

Editor : Budhi Prasetya
#sekolah rusak #ngawi #Dikbud