TNI Janji Back Up Penuh Pertanian Padi, Panglima Kodam V/Brawijaya Tegaskan Hal ini saat Panen Raya di Ngawi
Asep Syaeful• Sabtu, 20 April 2024 | 23:00 WIB
PANEN RAYA: Panglima Kodam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rafael Granada Baay didampingi Forkopimda Ngawi dalam panen raya di Desa Sekarputih, Jumat (19/4).
NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Ancaman krisis pangan akibat musim kemarau Gorila El nino jadi perhatian berbagai kalangan. Termasuk TNI.
Ini ditegaskan Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rafael Granada Baay saat melakukan kungjungan kerja ke Ngawi, Jumat (19/4).
"Gorila el nino merupakan situasi kemarau yang lebih panjang dan terik, ini akan berdampak terhadap produksi pangan," ucapnya saat panen raya bersama di Desa Sekarputih, Widodaren, Ngawi.
Rafael menyampaikan bahwa sebelumnya ada rapat pimpinan Mentan dengan KASAD TNI dan Panglima TNI.
Ada MoU agar TNI ikut membantu dalam optimalisasi ketahanan pangan. Militer diminta back up penuh petani dan pemerintah daerah.
Baik distribusi pupuk maupun bibit bantuan dari pemerintah. Pangdam diperintah KASAD segera mendukung petani untuk mengoptimalkan hasil pertanian pangan khususnya padi.
''Jawa Timur sebagai lumbung padi nasional diharapkan bisa membantu pasokan pangan secara nasional,'' ungkapnya.
Pangdam V Brawijaya sudah memerintahkan para danrem dan dandim agar mem-back up penuh pemerintah daerah dan dinas pertanian serta petani di Jawa Timur.
Selain itu, berharap petani milenial bisa mempunyai ide-ide berkelanjutan.
"Kami juga meminta kapolres dan kapolsek untuk mengawal pupuk dan bibit padi subsidi tepat sasaran. Apabila ada yang main-main di lapangan agar ditangkap dan diproses sesuai aturan," tegas Rafael.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menambahkan, panen raya untuk menuju ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Pun, sebagai upaya mendukung peningkatan produksi padi melalui peningkatan indek pertanaman (IP), perluasan area tanam (PAT), dan optimalisasi lahan.
Sehingga, perlu adanya sinergitas dan kolaborasi membantu petani dalam rangka swasembada pangan nasional.
"Panen raya ini juga untuk membantu pencapaian produksi 35 ribu ton beras pada 2024," kata bupati. (sae/den)