Jumlah SDN di Ngawi Berkurang, Regrouping 14 Sekolah Dijadwalkan Bulan Juli, Dikbud: Mulai Tahun Ajaran Baru
Asep Syaeful• Sabtu, 20 April 2024 | 19:00 WIB
Ilustrasi Foto : Sejumlah siswa SD di Ngawi saat mengikuti kegiatan di dalam rang kelas beberapa waktu lalu.
NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi - Jumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Ngawi bakal berkurang.
Hal itu imbas dari rencana Dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) Ngawi me-regrouping belasan SDN.
''Sesuai rencana, regrouping atau penggabungan itu berlaku mulai tahun ajaran baru 2024/2025 pada Juli nanti,'' kata Kepala Dikbud Ngawi Sumarsono, Jumat (19/4).
Regrouping menyasar 14 SDN. Tiap kebijakan menggabungkan dua sekolah. Seperti, SDN Kauman 04 Widodaren dengan SDN Kauman 05 Widodaren.
SDN Widodaren 06 dengan SDN Widodaren 08, dan yang lain (selengkapnya lihat grafis).
''Saat ini, masih dalam proses sosialisasi dan administrasi,'' ungkap Sumarsono.
Jika sukses, regrouping mengakibatkan jumlah keseluruhan SDN di kabupaten ini berkurang. Sebab, belasan sekolah sasaran penggabungan itu kelak akan menjadi tujuh SDN.
''Total semula 476 SDN, setelah regrouping nanti akan menjadi 469 SDN,'' ujar Sumarsono.
Dia menyampaikan, jumlah sasaran regrouping SDN berkurang dari rencana awal. Semula dikbud membidik 19 sekolah.
Namun, jumlah berkurang menjadi 14 SDN setelah mempertimbangkan masukan wali murid dan masyarakat sekitar.
Beberapa masukan itu, lanjut Sumarsono, seperti letak geografis. Yang mana, tidak memungkinkan karena jarak antara dua sekolah yang akan digabung relatif jauh.