NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Jauh panggang dari api. Ribuan kamar hotel dan penginapan tidak terisi selama momen Lebaran 2024.
Kondisi itu seolah menjadi pil pahit bagi pengusaha dan pengelola hotel serta penginapan di Ngawi.
Tingkat hunian hotel dan penginapan yang kurang maksimal itu memaksa sebagian pengelola hotel dan penginapan di Ngawi urung menikmati untung selama libur Lebaran 2024.
Menurut catatan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi, okupani hotel dan penginapan di Ngawi pada libur Idul Fitri tahun ini merosot dibanding tahun lalu.
"Tidak seramai tahun sebelumnya,’’ kata Kabid Pariwisata Disparpora Ngawi Satria Eka Widhiarsa, Minggu (21/4).
Itu ditunjukkan melalui laporan dari 13 hotel mengenai data okupansi saat libur Lebaran 2024 yang diterima pihak disparpora setempat.
Dalam periode 29 Maret hingga 21 April lalu, kamar yang terisi hanya 503 dari total 3.551.
Tingkat kunjungan belasan hotel itu 1.973 orang. Jumlahnya mungkin bertambah karena masih ada satu hotel belum melapor.
"Sementara turun dari tingkat kunjungan tahun lalu 2.601 orang,’’ ujarnya.
Satria mengatakan, merosotnya okupansi tidak mengaburkan fakta jumlah tamu di momen Lebaran naik dibandingkan hari biasa.
Sebab, masyarakat cenderung menginap di rumah orang tua atau kerabat saat libur perayaan Idul Fitri.
"Bisnis hotel dan penginapan masih menjanjikan,’’ klaimnya.
Menurut dia, tingkat okupansi hotel dan penginapan di Ngawi meningkat ketika ada event besar. Contohnya acara yang digelar Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur di Ngawi awal pekan ini.
Berdasarkan laporan pengelola hotel, kamar full booking hari ini (22/4) dan besok (23/4).
"Apalagi jika industri tumbuh subur, kunjungan bisnis tentu berdampak pada jasa perhotelan,’’ tuturnya. (sae/cor)
OKUPANSI HOTEL LIBUR LEBARAN 2024
- Dari 14 hotel, satu belum melaporkan okupansi
- Dari total 3.551 kamar, hanya 503 yang terisi
- Kunjungan 1.973 orang periode 29 Maret–21 April
Sumber: Disparpora Ngawi
Editor : Budhi Prasetya