Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dua Pasutri Jadi Korban Bencana di Ngawi, Terseret Banjir dan Tertimpa Pohon Tumbang, Satu Korban Tewas

Asep Syaeful • Selasa, 23 April 2024 | 20:00 WIB

 

SELAMAT: Imro
SELAMAT: Imro
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman cuaca ekstrem di Ngawi bukan pepesan kosong belaka. Buktinya, bencana yang terjadi Minggu (21/4) lalu memakan korban jiwa.

Dua pasangan suami istri (pasutri) menjadi korban bencana akibat cuaca ekstrem tersebut. Keduanya mengalami nahas saat hujan deras disertai angin melanda Ngawi.

Satu pasutri tertimpa pohon tumbang di Desa Dawung, Jogorogo. Pasangan petani itu mengalami apes sekitar pukul 17.00 WIB hari Minggu lalu.

''Suami meninggal di tempat. Istrinya luka-luka, dirawat di Puskesmas Jogorogo,'' kata Partoyo, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, Senin (22/4).

Pasutri nahas itu adalah Ahmad Fathoni, dan Imro'ati, warga Desa Macanan, Jogorogo, Ngawi.

"Keduanya perjalanan pulang setelah derep (menggiling, Red) padi,'' terang Partoyo.

Hujan lebat disertai angin kencang terjadi cukup merata di sejumlah wilayah Ngawi. Selain pohon tumbang, aliran beberapa sungai meluap.

Di beberapa desa, air masuk ke rumah warga. Seperti Kedungputri dan Tempuran, Paron, serta Pojok, Kwadungan.

Banjir juga sempat memutus akses sejumlah jalan. Salah satunya di Desa Pelang Kidul, Kedunggalar.

"Ada pasutri yang nekat menerobos banjir di Pelang Kidul, sempat terseret arus sungai. Beruntung bisa diselamatkan warga dengan alat seadanya," terang Partoyo.

Partoyo menyampaikan, pasutri terseret arus sungai dapat diselamatkan warga. Saat itu korban terlihat bergelantungan di rumpun bambu.

Dengan menggunakan tali, warga berhasil menyelamatkan keduanya secara bergantian. Sang istri berhasil diselamatkan lebih dulu, baru si suami.

Sementara sepeda motor korban, belum dapat dievakuasi. Kondisinya masih tersangkut bambu di sungai tersebut.

"Masyarakat diminta tidak nekat saat terjadi hujan deras," ujarnya.

Warga diimbau tetap waspada selama cuaca ekstrem. Berbagai petaka bisa datang kapan saja.

''Banjir juga merobohkan gudang MTsN 11 Ngawi di Dusun Bendo, Desa Tempuran, Paron. (sae/den)

 

DAMPAK CUACA EKSTREM DI NGAWI

- Pohon tumbang di Desa Dawung, Jogorogo, berakibat satu korban meninggal.

- Sungai meluap menyebabkan banjir di jalan dan rumah warga.

- Pasurtri terseret arus usai nekat menerobos banjir dengan motor.

- Gudang MTsN 11 Ngawi di Tempuran, Paron, roboh.

Editor : Budhi Prasetya
#pohon tumbang #bpbd #cuaca ekstrem #ngawi #bencana #banjir