NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Langkah politik jelang Pilkada Ngawi telah bergerak. Meski pelan namun pasti.
Seperti yang dilakukan oleh Ony Anwar Harsono dan Dwi Rianto Jatmiko. Kandidat pasangan yang dikenal dengan Ony-Antok itu mulai melakukan komunikasi politik.
Langkah politik kandidat kuat dalam Pilkada Ngawi itu disampaikan langsung oleh Ketua DPC PKB Ngawi Khoirul Anam Mukmin.
Dirinya mengungkapkan jika pasangan petahana itu telah melakukan pendekatan ke partai politik (parpol) yang dipimpinnya.
''PKB menjadi satu partai yang disapa untuk bersama kembali mengusung petahana," ucapnya, Rabu (25/4).
Namun demikian demikian, pihaknya mengaku belum menentukan sikap terkait komunikasi politik yang coba dijalin pasangan Ony-Antok itu.
DPC PKB Ngawi tak langsung mengangguk kepala atau mengiyakan ajakan koalisi pasangan petahana.
Khoirul Anam Mukmin menegaskan hingga saat ini pihak PKB belum menentukan sikap terkait arah dukungan dalam Pilkada Ngawi.
Namun besar kemungkinan tidak akan merujuk pada koalisi nasional sebagaimana pada pelaksanaan Pilpres 2024 lalu.
''Kami tidak mempresentasikan koalisi tingkat pusat, lebih terbuka dengan peluang yang ada,'' terangnya.
Itu lantaran pihak PKB memiliki mekanisme sendiri dalam penentuan calon bupati dan wakil bupati yang didukung.
Salah satunya dengan membuka penjaringan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati bacawabup yang sudah dibuka sejak tiga hari lalu.
Diberitakan sebelumnya, selain PDI P, ada parpol lain yang mengindikasikan bakal memberikan dukungan kepada pasangan petahana Ony-Antok.
Sebut saja Gerindra. Pemberian dukungan disampaikan langsung Ketua DPC Partai Gerindra Ngawi Waluyo Jati Sasono pada hari Rabu (27/3) lalu.
"Dukungan sudah kami sampaikan langsung ke yang bersangkutan, juga telah kami laporkan ke DPD Gerindra Jatim,’’ ujarnya.
Waluyo tak menampik jika ada instruksi dari pusat untuk tetap mempertahankan Koalisi Indonesia Maju (Gerindra, Golkar, PAN, dan Demokrat) dalam pilkada serentak. Instruksi tersebut menurutnya bukan harga mati.
"Koalisi Indonesia Maju tetap, bukan tidak harga mati tapi sesuai dengan dinamika politik di daerah,’’ ujarnya.
Dukungan Gerindra terhadap Ony itu bisa dikatakan meleset dari koalisi yang dibangun di tingkat pusat.
Namun, Waluyo memiliki alasan kuat Gerindra Ngawi melabuhkan dukungan ke Ony. Sebagai petahana, Ony jelas memiliki pengalaman memimpin Ngawi.
Sementara itu, PAN dan Demokrat memang belum terang-terangan mengungkapkan sikap politiknya. Ketua DPC Partai Demokrat Ngawi Haris Agus Susilo menuturkan bahwa koalisi dalam pilkada lebih cair. Namun Demokrat mengisyaratkan bakal bergabung dengan koalisi yang mengusung Ony-Antok.
"Kemungkinan akan seperti sebelumnya, menang bersama lagi," ujarnya singkat, Rabu (17/4) lalu. (sae/den/sib)
Editor : Budhi Prasetya