NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Dalam peringatan Hari Tubercolusis (TBC) Sedunia (25/4) lalu, Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa) Ngawi menerima penghargaan dari pemkab.
Penghargaan diberikan atas kontribusi Yabhysa pada program penanggulangan penyakit TBC.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Ngawi dr Ana Mursyida menyerahkan secara langsung penghargaan kepada Ketua Yabhysa Ngawi Muhammad Via Pratama.
Adapun acara inin digelar di Kurnia Convention Hall Ngawi.
''Kami sampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan atas apresiasi yang diberikan kepada kami, tentunya ini menambah semangat kami dalam menanggulangi TBC di Ngawi," ujarnya.
Kerja sama Yabhysa Ngawi dengan dinkes berjalan sejak 2021.
Kolaborasi tersebut salah satunya dalam kegiatan pada akhir tahun 2023 lalu, yakni Skrining TBC berbasis masyarakat dengan menggunakan mobile rontgen di 10 kecamatan di Ngawi.
"Kami tidak berpuas diri dengan apa yang sudah kami lakukan 4 tahun berjalan ini," ungkapnya.
Via mengatakan, upaya yang dilakukan masih merupakan awal kontribusinya dalam penanggulangan TBC di Ngawi.
Khususnya untuk mensukseskan eliminasi TBC tahun 2030. ''Untuk tujuan yang lebih jauh lagi Ngawi bebas TBC," katanya.
Ketua TP PKK Kabupaten Ngawi dr Ana Mursyida menyebut TBC berkaitan dengan masalah stunting. Pun, kasusnya masih banyak.
Bahkan, infeksi TBC jika tidak diobati akan menulari sekitarnya hingga menimbulkan kematian.
"Kita berkolaborasi baik dari PKK tingkat desa, kecamatan dan kabupaten memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk sadar tentang TBC," ungkapnya.
Kepala Seksi P2PMPTM Dinkes Jawa Timur dr Faridha Cahyani mengapresiasi kegiatan program penaggulangan TBC di Ngawi.
''Di Jawa Timur masih ada 11 persen yang sudah didiagnonsa tapi belum diobati, kalau tidak diobati, menjadi sumber penularan," terangnya, sembari menyebut satu kasus TBC bisa menular ke 10 orang disekitarnya. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani