NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Lagi dan lagi, sebuah kecelakan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan bus terjadi di Ngawi.
Bus Mira dengan nomor polisi (nopol) S 7326 US menabrak satu unit mobil sedan di Jalan Ngawi -Maospati Minggu (12/5) malam.
Laka lantas yang masuk Desa Tambakromo, Geneng, itu sempat diwarnai cekcok antara sopir bus dengan penumpang mobil sedan.
''Sopir bus mau diamuk warga, beruntung segera diamankan polisi," kata Nugroho, warga setempat.
Nugroho menceritakan, kejadian bermula ketika bus Mira dari arah Surabaya menuju Yogyakarta itu terlihat “balapan” dengan bus lain.
Saat di lokasi kejadian, bus yang dikemudikan Sumariyo Eko Iswanto, warga Saradan, Kabupaten Madiun, itu menyalip kendaraan di depannya.
Sementara dari arah berlawanan, muncul mobil sedan Honda Civic AE 1902 GA yang dikemudikan Lukmanto, 33, warga Desa/Kecamatan Pangkur, Ngawi.
Karena jarak yang dekat akhirnya bus menabrak samping kanan Civic berwarna biru tersebut.
Seorang penumpang sedan, Ika Pujiati, warga Kelurahan Margomulyo, Ngawi, merasa tidak terima karena mobilnya ditabrak.
Dia terlibat cekcok dengan sopir bus. Warga yang datang ke lokasi kejadian juga ikut marah karena bus Mira dikenal ugal-ugalan.
Sopir bus nyaris diamuk warga. Bahkan, kaca bus sempat dilempar dengan batu oleh salah seorang warga.
"Bus itu balapan, bus menabrak mobil sedan sampai tersangkut di semak-semak,'' terang Nugroho.
Agus Sudarno, kondektur bus, mengaku dirinya dan sang sopir dikira hendak kabur oleh warga. Sehingga, warga pun marah.
“Ya mungkin dikira kami mau kabur gitu. Akhirnya warga marah. Bus kami sempat dilempar batu, tapi kacanya gak pecah,” kata Agus.
Kanitgakkum Satlantas Polres Ngawi Ipda Yudhi Yulianto membenarkan kejadian kecelakaan tersebut.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kejadian langsung mengamankan sopir bus ke Polsek Geneng. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu.
"Karena jarak sudah dekat, akhirnya terjadi tabrak samping kanan civic dan bagian depan kanan bus Mira," ungkap Yudhi. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya