NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tren produksi tembakau di Ngawi merangkak naik. Dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) mencatat kenaikan dalam dua tahun terakhir.
"Baik luasan lahan maupun hasil panennya,’’ kata Kabid Perkebunan dan Hortikultura DKPP Ngawi Hendro Budi Suryawan, Senin (13/5).
Hendro tunjuk bukti dengan membeber data pada 2023. Luasan lahan tanam 1.400 hektare menghasilkan sekitar 2.800 ton.
Angka itu naik berlipat jika dibandingkan dengan dua tahun lalu. Dimana luas lahan tanam tercatat 516 hektare.
Sedangkan untuk produktivitas tembakau di Ngawi dua tahun silam hanya sekitar 1.122 ton.
"Produksinya naik karena pengaruh cuaca kemarau kering,’’ ujarnya.
Menurut dia, tren produksi dan tanam tembakau cenderung menyusut sepanjang periode 2019 hingga 2021 (data lihat grafis).
Petani tembakau di Ngawi mulai semangat menanam bukan hanya karena musim yang bersahabat.
Namun juga harga jualnya yang tinggi dan kepastian pasar. Alhasil, petani tembakau bisamenikmati hasilkeringat mereka.
‘’Tahun lalu tembakau rajang kering tertinggi laku Rp 55 ribu per kilogram,’’ sebutnya. (sae/cor)
PRODUKTIVITAS TEMBAKAU LIMA TAHUN TERAKHIR
2019
Luas 2.089 hektare
Panen 3.134 ton
2020
Luas 1.121 hektar
Panen 1.595 ton
2021
Luas 500 hektare
Panen 752 ton
2022
Luas 561 hektare
Panen 1.122 ton
2023
Luas 1.400 hektare
Panen 2.800 ton
Sumber: DKPP Ngawi
Editor : Budhi Prasetya