Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sudah Ikuti Persiapan Haji saat Sakit, Eh Suparti Gagal Terbang ke Tanah Suci, Dinyatakan Tak Istithaah Dua Hari Sebelum Berangkat

Asep Syaeful • Kamis, 16 Mei 2024 | 20:30 WIB

 

AMBIL ID CARD: Calon jamaah haji Ngawi mulai persiapan untuk berangkat haji kemarin (15/5).
AMBIL ID CARD: Calon jamaah haji Ngawi mulai persiapan untuk berangkat haji kemarin (15/5).
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kesungguhan niat menjalankan ibadah haji Suparti sedang diuji. Perempuan 60 tahun asal Kecamatan Kwadungan, Ngawi, itu batal menunaikan rukun Islam kelima.

Suparti harus ikhlas menerima keadaan. Niatnya melaksanakan rukun islam ke lima itu harus tertunda sementara.

Pasalnya kondisi kesehatannya berbeda dengan ratusan calon jemaah haji (CJH) asal Ngawi yang segera berangkat ke Tanah Suci.

''Seorang CJH direkomendasikan tidak berangkat oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) Ngawi,'' kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ngawi Moh. Wahib, Rabu (15/5).

Wahib menyampaikan, Suparti tak bisa berhaji tahun ini karena dinyatakan tidak istithaah. CJH lansia itu tidak memenuhi syarat kesehatan karena stroke.

Meski sebenarnya Suparti sudah mengikuti beberapa tahapan persiapan haji seperti manasik kendati dilakukan dalam kondisi sakit.

''Baru kemarin (14/5), keputusan tidak istithaah dari dinkes itu,'' bebernya.

Karena Suparti batal berangkat tahun ini, total terdapat 380 CJH dari Ngawi. Pemberangkatan terbagi dalam tiga kloter.

Yakni, empat CJH tergabung di kloter 10 berangkat Minggu (12/5) lalu. Kemudian, 11 CJH di kloter 22 berangkat hari ini (16/5) yang bergabung dengan jemaah lain dari berbagai daerah.

Sementara 365 CJH masuk kloter 25 berangkat hari ini (16/5). Sejatinya Suparti masuk kloter 25.

Dengan kata lain, dia dinyatakan tidak istithaah pada dua hari sebelum pemberangkatan.

''CJH yang tidak istithaah itu pemberangkatannya ditunda tahun depan," ungkap Wahib.

Menunaikan haji harus siap jasmani dan rohani. Kesehatan menjadi unsur penting mengingat pelaksanaan ibadah ini memerlukan gerak fisik yang ekstra.

Catatan kemenag, tahun ini ada 10 CJH asalNgawi kategori rawan dalam aspek kesehatan.

''Sebagai antisipasi, telah disiapkan 10 kursi roda untuk CJH rawan itu,'' tuturnya.

Antisipasi aspek kesehatan dinilai amat penting. Wahib mengatakan bahwa prediksi cuaca saat pelaksanaan ibadah haji nanti cukup panas.

Pihaknya menghimbau kepada para CJH untuk banyak minum air putih agar tidak dehidrasi.

"Semua riwayat kesehatan sudah dicatat, ada tiga tenaga medis mendampingi CJH asal Ngawi," pungkasnya. (sae/den)

 

SEPUTAR HAJI 2024 NGAWI

 

- Total semula 381 CJH

- Satu CJH batal berangkat

- Tiga kloter pemberangkatan

- Kloter 10, empat CJH, 12 Mei

- Kloter 22, 11 CJH, 16 Mei

- Kloter 25, 365 CJH, 16 Mei

Editor : Budhi Prasetya
#rukun Islam #haji #cjh #ngawi #Kemenag #istithaah