Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

130 CJH Ngawi Berstatus ASN, Bupati Ngawi Berangkatkan 365 Jemaah di Wedya Graha, Ini Pesannya ke Petugas Haji

Asep Syaeful • Jumat, 17 Mei 2024 | 19:40 WIB

HARU: Salah seorang CJH Ngawi saat pemberangkatan di Pendapa Wedya Graha, Kamis (16/5).
HARU: Salah seorang CJH Ngawi saat pemberangkatan di Pendapa Wedya Graha, Kamis (16/5).
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan calon jemaah haji (CJH) meninggalkan Ngawi menuju Surabaya. Keberangkatan mereka dilepas lansung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

Sedikitnya 365 CJH asal Ngawi yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 25 diberangkatkan dari Pendapa Wedya Graha,Kamis (16/5) kemarin.

Selain upacara pemberangkatan, dilakukan doa bersama agar para CJH asal Ngawi bisa kembali ke tanah air selamat setelah menunaikan ibadah haji.

"Semoga kembali dengan selamat dan mendapat gelar haji mabrur," kata Ony, sapaan akrab bupati.

Berdasarkan laporan CJH yang lebih dulu berangkat, cuaca di Tanah Suci cenderung aman. Perbedaan suhu siang dan malang tidak terlalu jomplang.

Ony mengatakan, memang ada ketakutan cuaca tahun ini seperti tahun lalu akibat el nino. Meski demikian, Ony berpesan agar seluruh CJH tetap menjaga kesehatan selama di Tanah Suci.

"Semoga lancar dalam melakukan ibadah haji, para petugas maksimal memfasilitasi para jemaah," terangnya.

Ony menyampaikan, CJH asal Ngawi total ada 380 yang terbagi tiga kloter. Di kloter 25 ada 365 CJH.

Sekitar 130 CJH merupakan aparatur sipil negeri (ASN). Mereka telah mengajukan cuti besar untuk menunaikan haji selama 40 hari ke depan.

"Mereka sudah mengajukan cuti besar," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang CJH lansia asal Ngawi batal berangkat lantaran dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan karena stroke.

Keberangkatan Suparti, CJH asal Kecamatan Kwadungan, Ngawi, harus tertunda tahun ini. Perempuan 60 tahun itu dinyatakan tidak istithaah .

''Seorang CJH direkomendasikan tidak berangkat oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) Ngawi,'' kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ngawi Moh. Wahib, Rabu (15/5).

Padahal Suparti diketahui telah mengikuti beberapa tahapan persiapan haji seperti manasik kendati dilakukan dalam kondisi sakit.

Moh. Wahb menerangkan jika keputusan tidak istithaah Suparti dari dinkes setempat keluar hari Selasa (14/5). Itu artinya dua hari sebelum keberangkatan.

Suparti sejatinya masuk dalam kloter 25 yang berangkat hari Kamis (16/5) kemarin bersama dengan 365 CJH lainnya. (sae/den)

Editor : Mizan Ahsani
#cjh #ony anwar harsono #bupati #ngawi #asn #istithaah