NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tragedi tergulingnya bus rombongan pelajar SMK Lingga Kencana di jalur Wisata Ciater, Subang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu mengundang perhatian Pemkab Ngawi.
Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi merasa perlu mengambil langkah pencegahan. Pasalnya, insiden tersebut merenggut sedikitnya 11 korban jiwa.
Pihak Dishub Ngawi mengumpulkan seluruh biro perjalanan wisata dan perusahaan otobus setempat hari Senin (20/5) kemarin.
"Kami ingin kegiatan edukasi wisata tetap aman,’’ kata Kepala Dishub Ngawi Anang Heri Prabowo.
Dishub meminta komitmen enam biro perjalanan wisata dan lima PO yang diundang. Paling krusial kepastian armada mengaspal dengan aman.
Para pengusahanya dituntut rajin melakukan uji kir kendaraan. Juga mengecek kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan.
"PO, biro wisata, sekolah harus saling menjaga keselamatan berkendara,’’ ujarnya.
Anang mengatakan, kelaikan kendaraan bukan satu-satunya aspek keamanan dan keselamatan. Tidak kalah penting adalah sopir yang punya kompetensi mengemudi.
Bukan hanya memiliki SIM, melainkan juga punya jam terbang tinggi dan memahami medan jalan.
"Sopir juga harus ada istirahatnya. Minimal empat jam sekali agar kondisinya terjaga,’’ tuturnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya