NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Jebakan tikus beraliran listrik belum sepenuhnya hilang di Kabupaten Ngawi.
Buktinya, Sunaryo meregang nyawa diduga menjadi korban jebakan tikus beraliran listrik di Desa Sumber Bening, Bringin, Kabupaten Ngawi.
Jasad petani umur 55 tahun itu ditemukan tewas hari Kamis (23/5) kemarin. Kaki kanan warga Desa/Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi itu terlilit kawat.
Diduga kawat tersebut bagian dari peranti jebakan tikus beraliran listrik di sawah milik Slamet.
"Korban punya sawah di Desa Sumber Bening dan lokasinya bersebelahan dengan sawahnya Slamet,’’ kata Kepala Desa Bringin Puji Rahayu.
Puji mengungkapkan, Sunaryo pamit ke sawah mengecek kondisi sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu (22/5).
Namun korban tidak kunjung pulang hingga keesokan harinya. Sang istri, Hartini, lantas melakukan pencarian di sawah.
Karena yang ditemukan hanya sarung dan sandal, istri korban lantas pulang rumah.
"Saat di rumah didatangi Slamet dan memberitahu kalau suaminya meninggal di sawahnya,’’ ungkapnya.
Kepada wartawan Jawa Pos Radar madiun, Slamet menemukan Sunaryo meninggal ketika mengecek sawah.
Dia mengakui telah memasang jebakan tikus beraliran listrik. Dalihnya, serangan hama tikus itu tidak terkendali.
"Sebenarnya pemasangan jebakan sudah jauh dari jalan sawah. Mungkin terpeleset saat melintasi sawah saya,’’ ucap Slamet.
Polisi membawa jasad Sunaryo ke RSUD dr Soeroto untuk divisum. Sementara Slamet digelandang ke Mapolres Ngawi untuk dimintai keterangan.
Dari tempat kejadian perkara, petugas mengamankan barang bukti trafo listrik dan kawat yang melilit kaki korban.
"Tunggu pers rilis,’’ kata Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Joshua Peter Krisnawan ketika dimintai konfirmasi. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya