NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Komisi pemilihan umum (KPU) Ngawi menerima gelontoran dana dari pemkab. Ini setelah dana hibah tahap kedua Pilkada Ngawi 2024 telah cair.
Total KPU Ngawi telah menerima duit Rp 49,9 miliar dari pemkab setempat untuk pelaksanaan pilkada tahun ini.
Itu setelah ditambah Rp 30 miliar dari pencairan dana hibah tahap dua belakangan ini.
''Cair dua hari lalu,'' kata Prima Aequena Sulistyanti, Kamis (6/6).
Namun, dana hibah tahap dua itu belum bisa langsung digunakan. Prima menjelaskan jika secara teknis dana hibah itu dimasukkan Dipa KPU Ngawi.
Belum bisa digunakan sebelum dilakukan revisi rincian kertas kerja satuan kerja (RKKS). Untuk mengubah catatan anggaran hibah APBD menjadi APBN hibah dalam negeri.
"Anggaran hibah pilkada itu perlu dimasukkan ke APBN sebelum bisa digunakan," ungkapnya.
Sebelumnya, KPU telah menerima dana hibah sejumlah Rp 19,9 miliar. Dengan kata lain, saat ini total anggaran yang sudah dihibahkan pemkab untuk Pilkada Ngawi 2024 mencapai Rp 49,9 miliar.
Diberitakan sebelumnya, KPU Ngawi berencana menggelar kegiatan untuk mensosialisasikan pilkada tahun ini.
''Kami menyediakan anggaran Rp 400 juta untuk launching pilkada,'' kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi Prima Aequina Sulistyanti, Rabu (5/6).
Launching pilkada yang disebut Prima itu dikemas dalam bentuk pesta rakyat dengan panggung musik di Alun-alun Merdeka Ngawi, Jumat (7/6).
Untuk menarik perhatian warga Ngawi, pelaksana sengaja mendapuk Deny Caknan menjadi salah satu penampil dalam acara launchig Pilkada Ngawi itu.
Duit ratusan juta itu disebut Prima digunakan untuk pengadaan jasa event organizer (EO). Lelang jasa EO acara tersebut dimenangkan CV Cita Entertainment, Surabaya.
''Anggaran bersumber hibah APBN 2024,'' ungkapnya.
Melalui pesta rakyat itu, KPU berharap bisa mendongkrak partisipasi pemilih dalam pilkada bulan November mendatang. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya