NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Jauh panggang dari api. Mungkin itu gambaran yang pas untuk kondisi ruang kerja bersama Mal Pelayanan Publik (MPP) Ngawi saat ini.
Suasana di ruangan yang awalnya ditujukan utnuk aktivitas generasi muda atau milenial itu masih belum beroprasi maksimal. Tak ada hiruk-pikuk anak muda.
Fasilitas coworking space itu masih sebatas untuk ruang pojok statistik dan perangkat daerah menggelar rapat. Padahal tujuan penyediaannya untuk tempat kerja generasi masa kini.
"Belum ada yang berani mengelola,’’ dalih Sekda Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto kemarin.
Menurut Sodiq, coworking space sejatinya dapat dimanfaatkan tanpa perlu menunggu pengelola. Khususnya bagi anak muda yang bekerja di bidang digitalisasi.
Pihaknya berkaca pada kota-kota besar, ruang kerja bersama di MPP untuk memfasilitasi perubahan gaya bekerja.
"Karena kecanggihan teknologi, bekerja kini tidak lagi harus di kantor,’’ ujarnya.
Sodiq menilai anak muda saat ini lebih kreatif. Mereka dapat mengerjakan tugas secara fleksibel tanpa memedulikan tempat dan waktu.
Hanya, kebiasaan tersebut belum familier di kabupaten ini. Di sisi lain, belum adanya pihak yang mengelola coworking space karena hitung-hitungan bisnis.
Urusan itu tidak hanya bermodal keahlian, namun juga perhitungan yang bagus.
‘’Kami mendorong anak muda berkreasi memanfaatkan coworking space. Nantinya ada keringanan untuk biaya sewa,’’ ucapnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya