NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Gendingan-Walikukun masuk Desa Gendingan, Widodaren, Ngawi, Selasa malam (18/6).
Sebuah motor Honda Beat menghatam kendaraan serupa hingga menewaskan dua orang.
Insiden laka adu banteng itu juga menelan satu korban luka berat,
Korban tewas itu adalah Destino Alhan Fazhely, 16, pelajar warga Desa/Kecamatan Widodaren dan Gunawan Fariz, 25, warga Blanmaleng, Giligenting, Sumenep.
Sementara korban luka berat, Fahrul Rifa Afri Aldhi, 16, warga Desa/Kecamatan Widodaren. ''Korban luka masih dalam perawatan,'' ungkap Plt Kanitgakkum Satlantas Polres Ngawi Iptu Parsidi.
Dia menjelaskan, laka bermula saat Destino melaju dari selatan dengan Honda Beat AE 5087 JAM. Destino membonceng temannya, Fahrul.
Keduanya berniat ke Gendingan dari Walikukun. Menjelang tempat kejadian perkara (TKP), Destino hendak mendahului kendaraan di depannya.
Bersamaan itu, dari arah berlawanan muncul Honda Beat AE 5797 LB yang dikendarai Gunawan.
Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan. Dua Honda Beat adu banteng cukup keras hingga membuat pengendara terpental beberapa meter.
Luka parah di kepala diderita lantaran mereka tidak berhelm. Dua motor juga rusak parah. "Penyebabnya masih kami dalami," terang Parsidi.
Hasanudin, 43, warga setempat mengatakan bahwa motor Destino saat itu melaju sangat kencang.
Dia menyebutkan, sebelum menyalip kendaraan roda empat, Destino menyalip beberapa kendaraan roda dua. Sempat ada yang nyaris terserempet. "Memang agak ugal-ugalan," ujar Hasanudin. (sae/den)
Editor : Wawan Isdarwanto