NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Duka mendalam harus dirasakan keluarga Kaesa Al-Baqi Yusuf di Desa Beran, Kabupaten Ngawi.
Bocah berumur 10 tahun itu ditemukan tak bernyawa setelah tenggelam di sungai aliran Bengawan Madiun yang masuk di wilayah Desa Kartoharjo, Ngawi.
Jasad Kaesa Al-Baqi Yusuf ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB hari Kamis (20/6) kemarin. Bocah malang itu dilaporkan tenggelam saat mandi di sungai pukul 10.30 WIB.
"Korban bermain dengan tiga temannya, diduga tidak bisa berenang, sehingga terseret arus sungai," kata Kapolsek Ngawi AKP Suyadi kemarin.
Suyadi menyampaikan, laka air tersebut berawal saat korban yang masih duduk di bangku kelas IV SD itu bermain di bengawan.
Korban dan dua temannya main perosotan. Sementara satu teman yang lain sekadar mengamati dari tepi.
''Main perosotan di aliran yang cukup deras, ketiganya terbawa arus,'' ungkap kapolsek.
Dua teman korban yang bisa berenang berhasil menyelamatkan diri. Berbeda nasib dengan korban yang diduga tidak bisa berenang.
Perwira polisi dengan tiga balok kuning di pundak itu menyebut jika korban sempat berpegangan ke salah satu tangan temannya.
''Pegangan lepas, akhirnya korban tenggelam,'' ujar Suyadi.
Mendapat laporan laka air itu, tim gabungan datang ke lokasi kejadian. Bersama warga, upaya pencarian dilakukan dengan cara menyelam.
Jasad korban akhirnya ditemukan. Lokasinya sekitar 50 meter dari titik awal tenggelam. Korban segera dilarikan ke RSUD dr. Soeroto untuk otopsi luar.
"Arus sungai memang cukup deras, kedalamannya sekitar tiga sampai empat meter," ungkap Suyadi. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya