Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jamasan Tombak Kiai Songgolangit-Singkir Berlangsung Sakral, Kirab Pusaka Hari Jadi Ke-666 Ngawi Terasa Spesial

Asep Syaeful • Rabu, 3 Juli 2024 | 20:30 WIB
TRADISI SAKRAL: Salah satu momen jamasan pusaka dalam rangka Hari Jadi Ngawi ke-666 di Pendapa Wedya Graha, Selasa (2/7).
TRADISI SAKRAL: Salah satu momen jamasan pusaka dalam rangka Hari Jadi Ngawi ke-666 di Pendapa Wedya Graha, Selasa (2/7).

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Pendapa Wedya Graha menjadi lokasi pelaksanaan tradisi sakral dalam peringatan Hari Jadi Ke-666 Kabupaten Ngawi, Selasa (2/7) kemarin.

Jamasan pusaka  yang menjadi agenda penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-666 Kabupaten Ngawi tersebut.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyebut kegiatan rutin itu mengawali rangkaian kirab pusaka dalam seluruh kegiatan peringatan hari jadi.

Tentu, prosesi sakral tersebut dilakukan usai kegiatan ziarah ke makam leluhur terdahulu oleh Jajaran Forkopimda Ngawi.

"Setiap tahun dilakukan saat Hari Jadi Ngawi, untuk melestarikan tradisi," kata Ony, sapaan akrab Ony Anwar Harsono.

Ony menyebutkan, ada dua pusaka yang dibersihkan dalam jamasan. Dua pusaka itu adalah tombak Kiai Songgolangit beserta songsong Agung Tunggul Wulung.

Pun, juga tombak Kiai Singkir beserta songsong Agung Tunggul Warono yang masuk dalam daftar pusaka Kabupaten Ngawi.

"Seluruh piandel agung Ngawi ini, setelah dijamas atau dibersihkan dikirab ke kantor desa Ngawi Purba," terangnya.

SAPA WARGA : Bupati Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko berjalan kaki mengikuti kirab pusaka peringatan Hari Jadi ke-666 Ngawi.
SAPA WARGA : Bupati Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko berjalan kaki mengikuti kirab pusaka peringatan Hari Jadi ke-666 Ngawi.

Ony mengatakan, kirab pusaka tahun ini spesial. Karena, dimeriahkan drumband Genderang Suling Gita Jala Taruna dari Akademi Angkatan Laut (AAL).

Masyarakat tumpah ruah sepanjang rute kirab. Yakni, di Jalan Merdeka, Jalan Yos Sudarso, hingga Jalan Ahmad Yani.

"Kami berharap kirab pusaka bisa dinikmati semua masyarakat," ungkap Ony.

Setelah diinapkan sebentar, pukul 20.00 WIB, piandel ageng tersebut diboyong kembali ke Pendapa Wedya Graha.

Selain bertujuan untuk melestarikan budaya, kirab pusaka tersebut juga bertujuan sebagai sarana pengenalan kepada masyarakat.

Terkait piandel agung senjata yang merupakan simbol perjuangan leluhur menghadapi penjajah Belanda. Pun, bentuk refleksi nguri-nguri budaya yang baik.

"Jamasan ini juga sebagai wujud penghormatan pada pimpinan terdahulu Ngawi yang telah berjuang melawan penjajah," tutup bupati. (sae/den/*)

Editor : Budhi Prasetya
#jamasan #ony anwar harsono #bupati #kirab pusaka #ngawi #hari jadi