NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pembentukan lembaga sertifikasi padi organik di Kabupaten Ngawi masih terus berproses.
Diketahui, pembentukan lembaga sertifikasi padi organik tersebut diajukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi.
Lembaga yang diberi nama Lawu Organic Certification (LOC) itu tinggal menunggu verifikasi lapangan (verval).
"Verifikasi yang dilakukan Komisi Akreditasi Nasional hampir selesai,’’ klaim Kepala DKPP Ngawi Supardi, Selasa (3/7).
Supardi mengatakan, langkah pembentukan LOC diikuti dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Khususnya pengawas sertifikasi organik. Pihaknya juga menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo untuk menjalankan LOC.
"Akademisi UNS menjadi komtek (komite teknis, Red),’’ ujarnya.
Menurut dia, kehadiran lembaga sertifikasi padi organik bakal membantu mewujudkan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan.
Mulai dari peningkatan SDM, fasilitator, dan inspektur petani organik. Selain itu mendorong luasan pertanian organik.
"Target lausan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan tahun ini sampai 25 ribu hektare,’’ ucapnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya