NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Belum genap setahun selesai dibangun, Taman Pemuda Soekarno (Mandasoe) di Kabupaten Ngawi sudah jadi bahan pergunjingan di jagad media sosial.
Warganet menyoroti soal tumbuhnya rumput liar di area taman Mandasoe itu. Pasalnya, rumput hias yang ditanam justru kalah dengan tanaman bernama latin poaceae atau gramineae yang tumbuh liar tersebut.
Sejatinya, status Mandasoe saat ini masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor atau pelaksana proyek pembangunan.
Menurut catatan DPUPR, proyek Mandasoe dikerjakan CV Arumdam Jaya. Taman yang berlokasi di Jalan dr. Radjiman, Ngawi, itu selesai dibangun tahun lalu.
''Pihak kontraktor sudah kami minta untuk membersihkan itu (rumput liar,Red),'' kata Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi DPUPR Ngawi Yesi Widyarti.
Yesi menyampaikan jika masa pemeliharaan Mandasoe tersebut selama satu tahun.
Soal cakupan pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab kontraktor, lanjut dia, termasuk area rumput hias yang rusak akibat rumput liar.
"Kita minta ditanami (rumput hias, Red) lagi," ujarnya.
Sementara itu persoalan rumput liar itu juga menarik perhatian pihak DLH Ngawi. Mereka menyoroti respon pihak kontraktor dalam menangani masalah rumput liar itu.
''Cara pembersihan rumput liar hanya dibabat, tidak dicabut,'' kata Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi Yosef Danni Kurniawan, Selasa (3/7).
Namun, dirinya menegaskan bahwa apa yang diutarakannya itu sebagai bentuk pendampingan yang dilakukan pihaknya.
Danni mengamini jika Mandasoe memang belum menjadi wewenang pihak DLH. Karena saat ini masih proses peralihan dari dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) Ngawi ke DLH.
''Kami minta rumput liar dicabut sampai akar. Kalau rumput hiasnya rusak, bisa disulam lagi," ungkap Danni. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya