NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Malam satu Sura alias Muharram jatuh pada hari Sabtu (6/7).
Momen perayaan Sura yang lekat dengan perguruan pencak silat itu menjadi atensi polisi. Sejumlah ketentuan kegiatan ditegaskan.
"Kegiatan satu Muharam menjadi atensi Polri," kata Wakapolres Ngawi Kompol Achmad Robial, Jumat (5/7).
Robi, sapaan wakapolres, menyebut beberapa hal yang menjadi atensi. Salah satunya, konvoi kendaraan.
Terutama roda dua yang tidak sesuai spesifikasi standar. Mulai penggunaan knalpot brong sampai tidak menggunakan helm.
''Jika ada konvoi kendaraan roda dua yang tidak sesuai, akan langsung ditindak tegas dengan tilang,'' ungkapnya.
Berbagai pihak ambil bagian dalam rapat koordinasi (rakor) terkait momen tahunan itu.
Hasilnya, perguruan pencak silat dan polsek akan memetakan daerah rawan. Sosialisasi ancaman hukuman terkait pelanggaran perguruan silat digalakkan.
"Kami kawal agar kegiatan berjalan aman dan lancar,'' ujar Robi.
Ketua IPSI Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menekankan, unggahan di sosial media (sosmed) terkait kegiatan menjadi ihwal yang perlu diwaspadai.
Sebab, mayoritas pemicu gesekan antar-perguruan silat adalah buah tarian jempol di layar handphone.
"Kami juga memerintahkan diskominfo untuk ikut melakukan pengawasan melalui sosial media," kata wabup Ngawi itu.
Antok, sapaan wabup, menuturkan bahwa keamanan selama momen Sura bukan cuma beban Polri dan TNI. Namun, merupakan tanggung jawab semua.
"Minimal, dari pelatih sudah memberi himbauan kepada siswanya untuk tetap menjaga kondusivitas Ngawi,'' pungkasnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya