NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bisa membuat tapi tidak bisa merawat. Kondisi Taman Dungus di Jalan Basuki Rahmat, Ngawi, merana. Delapan titik air mancurnya tidak menyala dan terdapat banyak coretan pada area tanamannya.
Padahal, ruang terbuka hijau (RTH) yang dibangun secara bertahap mulai enam tahun lalu itu menelan biaya miliaran rupiah.
‘’Anggaran yang ada hanya untuk pemeliharaan rutin,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi Taufiq Agus Susanto, Minggu (7/7).
Taufiq mengatakan, dana pemeliharaan rutin di antaranya untuk upah petugas kebersihan dan perawatan tanaman hias.
Pihaknya tidak mendapatkan tambahan anggaran belanja peralatan maupun perbaikan fasilitas yang rusak tahun ini. ‘’Kami sudah mengajukan, tapi memang anggarannya tidak ada,’’ ujarnya.
Dia mengklaim air mancur sengaja tidak dinyalakan. Alasannya pagar besi yang mengelilingi air mancur utama keropos.
Lokasi sekelilingnya ditutupi pot agar tidak ada warga yang masuk ke dalam kolam. ‘’Kalau lampu taman masih berfungsi. Jika ada yang mati, murni karena life time-nya habis sehingga perlu diganti,’’ bebernya.
Ihwal banyaknya coretan di area tanaman, Taufiq mengaku belum tahu. Anak buahnya akan diminta mengecek ulang. ‘’Sebelumnya tidak ada,’’ katanya. (tif/cor)
Editor : Hengky Ristanto