NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bukan cuma balita yang mendapatkan pelayanan kesehatan posyandu. Di Ngawi, layanan itu juga diberikan kepada kucing.
Pelaksananya bukan dinas kesehatan, melainkan dinas dinas perikanan dan peternakan (DPP).
Pun diberikan secara cuma-cuma alias gratis.
‘’Kami terinspirasi teman dokter hewan dari daerah lain yang menggelar kegiatan serupa,’’ kata Plt Kabid Kesehatan Hewan DPP Ngawi Tony Wibowo kemarin.
Posyandu Kucing yang digelar di kantor DPP Kamis (27/6) lalu untuk memeriahkan Hari Jadi ke-666 Ngawi.
Perangkat daerah itu melibatkan 13 dokter hewan dengan perincian delapan mandiri dan lima aparatur sipil negara (ASN).
Mereka memberikan layanan konsultasi, pengobatan non-operasi, dan pemeriksaan kebuntingan menggunakan alat ultrasonografi (USG).
Tony mengatakan, DPP ingin meningkatkan kesehatan hewan peliharaan kucing.
Sebab tidak semua pemelihara anabul mampu membiayai pengobatan dan perawatan di klinik.
Apalagi ada warga yang memungut dan memelihara kucing liar atau terlantar di jalanan. ‘’Ini istilahnya semacam bakti sosial bersama dokter-dokter hewan di Ngawi,’’ tuturnya.
Dia menilai warga antusias terhadap Posyandu Kucing cukup tinggi. Buktinya, kuota 30 ekor terpenuhi dalam satu jam sejak pendaftaran online dibuka.
Karenanya, pihaknya berencana menggelar kegiatan serupa sebulan sekali.
Lokasinya tidak hanya di kantor DPP, tapi bisa juga di pos kesehatan hewan Kecamatan Sine dan Pangkur.
‘’Sebenarnya ada pelayanan kesehatan hewan di kantor DPP setiap hari. Tapi tidak gratis,’’ ujarnya. (tif/cor)
Editor : Hengky Ristanto