NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Situasi geopolitik saat ini memengaruhi industri furnitur di Kabupaten Ngawi.
Ongkos pengiriman pesanan produk furnitur ke luar negeri membengkak. Padahal order pembeli dari negara Eropa cukup tinggi.
"Biaya pengiriman naik sampai 10 kali lipat,’’ kata Sugeng Riyadi, pemilik salah satu usaha mikro kecil menengah (UMKM) furnitur di Ngawi, Kamis (11/7).
Biaya pengiriman naik hingga seribu persen yang dimaksud Sugeng untuk ekspor barang ke Inggris.
Pengiriman melalui jalur laut harus memutar lebih jauh karena adanya konflik sejumlah negara.
Misalnya, agresi Rusia ke Ukraina dan perang Israel dengan Palestina.
"Selama saya menjalankan usaha perkayuan, jumlah pesanan dari luar negeri jauh lebih banyak ketimbang lokal,’’ ungkapnya.
Sugeng membawa beberapa produk furnitur pesanan pembeli mancanegara ke Ngawi Furniture Fair 2024.
Salah satunya patung gorila pesanan dari Inggris. Sang pembeli menyempatkan hadir dalam pembukaan pameran hasil kerajinan kayu tersebut.
"Buyer datang untuk memastikan barang sesuai pesanan. Saat ini tinggal menunggu pengiriman,’’ paparnya.
Pembuatan patung gorila dilakukan oleh tim dengan anggota punya keahlian masing-masing. Mulai dari konsep hingga finishing. Pengerjaannya tidak sampai sepekan.
"Karena bahan bakunya cukup melimpah di Ngawi,’’ ujar Sugeng. (rio/cor)
Editor : Budhi Prasetya