Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ngawi Job Fair Sedot 20 Ribu Pelamar Pekerjaan, Orang Belanda Beli Produk di Furniture Fair

Asep Syaeful • Senin, 15 Juli 2024 | 21:30 WIB

 

TALK SHOW: Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono Bersama Kepala Pusat Kerja Kemenaker Muchammad Yusuf dan VP-IM3 Eko Yanuarianto berdiskusi dalam Job Fair beberapa waktu lalu.
TALK SHOW: Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono Bersama Kepala Pusat Kerja Kemenaker Muchammad Yusuf dan VP-IM3 Eko Yanuarianto berdiskusi dalam Job Fair beberapa waktu lalu.
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi sukses besar.

Event Sepekan yang digelar DPPTK Ngawi di Alun-Alun Merdeka menarik antusias tinggi warga Ngawi hingga manca negara.

Bagaimana tidak, event yang terdapat job fair, furniture fair, dan pasar murah di Ngawi itu dikunjungi 51.137 orang.

Selama lima hari pelaksanaannya, perputaran uang di event tersebut sebesar Rp 684 juta.

Khusus untuk bursa kerja terdapat 10.176 jenis lowongan pekerjaan yang dibuka 50 perusahaan. Total 20 ribu pendaftar online maupun offline.

RAMAI: Para pencari kerja antre melamar pekerjaan di salah satu stan perusahaan di Ngawi Job Fair 2024.
RAMAI: Para pencari kerja antre melamar pekerjaan di salah satu stan perusahaan di Ngawi Job Fair 2024.

Pelamar yang datang ke stan job fair sebanyak 3.561 orang. Tingkat penerimaan lanjut seleksi selanjutnya sebesar 63 persen.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsoni bersyukur event yang bekerja sama dengan Pusat Pasar Kerja Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) itu tidak hanya diikuti perusahaan di Ngawi.

Melainkan dari daerah lain, seperti Sragen, Bojenogoro, Sidoarjo, dan Tangerang.

"Pencari kerjanya juga tidak hanya dari Ngawi,’’ kata Ony.

Ony mengatakan, pemkab akan terus bersinergi dengan Kemenaker untuk memenuhi sumber daya manusia (SDM) siap kerja.

Dalam beberapa kasus, calon investor kesulitan mencari pekerja. Akses informasi yang terbatas menjadi salah satu penyebabnya.

Sejalan dengan itu, pihaknya ingin menarik warga Ngawi yang merantau namun belum dapat pekerjaan. Sebab di kampung halaman banyak lowongan kerja.

"Peningkatan investasi rata-rata Rp 1,8 triliun per tahun dan industri berkembang signifikan. Jadi banyak membutuhkan tenaga kerja,’’ paparnya.

Kepala Dinas DPPTK Ngawi Kusumawati Nilam mengatakan, proses rekrutmen bursa kerja dikawal.

Mulai dari seleksi administrasi hingga wawancara. Pihaknya berharap ribuan pelamar mendapatkan pekerjaan sesuai keterampilan dan kebutuhannya.

"Job fair akan dirutinkan untuk menjaring pencaker (pencari kerja, Red) mencari pekerjaan yang dibutuhkan,’’ ujarnya.

Di sisi lain, furniture fair dimeriahkan oleh 38 pelaku usah kecil menengah (UKM). Nilam mengklaim perputaran uang dari hasil event itu cukup tinggi.

Sejumlah produk dibeli oleh pengunjung dari Belanda yang kebetulan dating melihat pameran.

"Kami memberikan pendampingan kurasi untuk ekspor, mempertemukan pelaku UKM dengan para buyer,’’ ucapnya.

Nilam menambahkan, pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan sembako menggandeng 20 distributor.

Pelaksanaannya untuk membantu warga memenuhi kebutuhan bahan pokok yang harganya sedang naik.

"Kami juga melibatkan 49 pelaku UMKM makanan dan minuman selama berlangsungnya festival,’’ ungkapnya. (sae/cor/*)

Editor : Budhi Prasetya
#job fair #ony anwar harsono #bupati #ngawi #furnitur #pekerjaan