NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Dukungan kepada Ony Anwar Harsono dan Dwi Rianto Jatmiko (Ony-Antok) di Pilkda Nawi kian kuat.
Itu menyusul keluarnya rekomendasi calon bupati (cabup) dan calon wakilbupati (cawabup) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada pasangan Ony-Antok di Pilkada Ngawi mendatang.
Dengan demikian, setidaknya sudah ada tujuh partai politik (parpol) yang sudah menerbitkan surat kepada duet Ony-Antok yang kerap disebut pasangan OK itu.
Baca Juga: Ngawi Job Fair Sedot 20 Ribu Pelamar Pekerjaan, Orang Belanda Beli Produk di Furniture Fair
Namun, masih ada satu parpol yang belum memberikan sinyal jelas terkait dukungannya dalam Pilkada Ngawi 2024.
Dukungan PKS kepada OK resmi diberikan pekan lalu. Terkait itu, Ony mengamini bahwa dukungan tersebut membuat pasangan petahana itu semakin kuat.
Dari delapan partai yang ada di DPRD Ngawi, tujuh partai sudah memberikan sinyal dukungan kepada dirinya dan pasangan duetnya.
Baca Juga: Semester Pertama Belum Genap, Sudah Ada Belasan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Ngawi
''Alhamdulillah, setelah kami menjalani uji kelayakan kepatuhan di DPP PKS, akhirnya mendapat rekomendasi," kata Ony Anwar Harsono, Senin (15/7).
Berupa-rupa dukungan bagi Ony-Antok. Seperti surat tugas, rekomendasi tahap I, hingga rekomendasi pasangan.
Ony memerinci, PKB baru memberi rekomendasi tahap I. Lalu, surat tugas dari PDI Perjuangan.
Kemudian, rekomendasi dari Demokrat, PAN dan PKS (selengkapnya lihat grafis). Semua sudah satu paket, OK.
"Dari Hanura, rekomendasi kepala daerah, tapi ada beberapa revisi yang akan ditindaklanjuti lagi karena permohonan kami sudah pasangan," terangnya.
Golkar baru memberikan surat tugas kepada Ony. Sebagai calon kepala daerah yang diusung mendasar hasil survei lembaga yang ditunjuk DPP Golkar.
Survei tersebut guna melihat bagaimana elektabilitas calon kepala daerah. Pun, potensi calon wakil kepala daerah.
Baca Juga: Layar Videotron di Tugu Kartonyono Ngawi Mati Sebagian, Diskominfo SP Klaim Hanya Rusak Ringan
"Nanti DPP yang akan memberikan rekomendasi," ungkapnya.
Sementara Gerindra, belum memberikan sinyal dukungan. Partai ini tak kunjung mengeluarkan surat tugas maupun rekomendasi.
Ony menilai, Gerindra memiliki mekanisme internal yang berbeda untuk menentukan calon kepala daerah.
Saat ini, beberapa calon internal Gerindra di Jawa Timur telah diusung. Namun untuk mengusung calon dari luar partai, ada mekanisme yang lebih kompleks.
Meskipun demikian, Ony mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Gerindra di tingkat pusat sudah dilakukan.
"Kami yakin Gerindra akan segera memberikan dukungannya," tutur Ony. (sae/den)