NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus HIV/AIDS di Ngawi bikin terperangah. Bagaimana tidak, jumlah penderitanya melonjak dalam kurun tiga tahun terakhir.
Dari temuan 70 kasus HIV/AIDS pada tahun 2021, naik menjadi 91 kasus tahun lalu. Tambahan sebanyak 21 kasus itu tak luput dari perhatian Dinkes Ngawi.
"Setiap tahun ada peningkatan,’’ kata Ahmad Hari Sunarto, programmer infeksi menular seksual HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi, Rabu (17/7).
Ahmad menyebutkan total kumulatif 1.037 kasus HIV/AIDS di kabupaten ini. Terhitung pendataan mulai 2002 silam hingga akhir tahun lalu.
Adanya peningkatan jumlah kasus karena pelacakan dan pengetesan yang terus dilakukan.
Semua fasilitas kesehatan yang membuka layanan tes HIV menunjukkan peningkatan jumlah penderita.
"Temuan tersebar hampir di seluruh Ngawi,’’ ujarnya.
Data kumulatif dari dinkes juga mengejutkan. Ada 56 anak berusia 0–17 tahun yang menderita HIV/AIDS.
Lalu 385 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di rentang usia 18 tahun hingga 35 tahun (selengkapnya lihat grafis).
"Penyebab peningkatan didominasi perilaku seks bebas dengan persentase 90 persen,’’ ucapnya.
Ahmad mengimbau warga untuk menghindari seks bebas. Bila tidak memungkinkan, sebaiknya menggunakan alat kontrasepsi agar tidak tertular atau menularkan HIV/AIDS.
Sebab hingga kini virus yang jadi biang penyakit HIV/AIDS itu belum ada obatnya.
"Obat ARV (antiretroviral) hanya mengurangi risiko penularan HIV dan menurunkan jumlah virus dalam darah,’’ ujarnya. (sae/cor)
TEMUAN KASUS HIV/AIDS TIGA TAHUN TERAKHIR di NGAWI
2021
70 kasus
2022
88 kasus
2023
91 kasus
PENDERITA HIV/AIDS BERDASARKAN USIA
Usia 0–17 tahun = 56 orang
Usia 18–35 tahun = 385 orang
Usia 36–50 tahun = 330 orang
Usia di atas 51 tahun = 153 orang
(Sumber: Dinkes Ngawi)
Editor : Budhi Prasetya