NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Minyak goreng (migor) curah menjadi buruan sebagian masyarakat Ngawi.
Kondisi itu lantaran harga minyak goreng subsidi MinyaKita di pasaran naik. Alhasil, warga memilih tak membeli migor kemasan itu sementara waktu.
"Selisihnya lumayan Rp 2 ribu," kata Lastri, salah satu warga Ngawi, Kamis (18/7).
Lastri biasa memenuhi kebutuhan dapurnya di Pasar Besar Ngawi (PBN). Termasuk dengan migor.
Dalam tiga hari terakhir, dia mendapati kenaikan harga MinyaKita yang dijual per satu liternya. Dari sebelumnya Rp 15.500 menjadi Rp 16.000.
Sedangkan untuk minyak curah Rp 16.500 per kilogram. Bila dibandingkan dengan MinyaKita yang satuan jualnya liter, ada selisih harga Rp 2.000.
"Selain mudah didapat, minyak goreng curah tidak kalah jernih dan tidak memengaruhi rasa gorengan," ujarnya.
Bagus Widiyanto, salah seorang pedagang migor di PBN, mengamini banyak pembeli beralih ke minyak curah. Dirinya berharap harga minyak curah tidak ikut-ikutan naik.
"Khawatir semakin menyulitkan masyarakat kecil," ujarnya. (sae/cor)