NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Kasih ibu sepanjang masa. Itu yang tergambar dalam peristiwa kecelakaan di Kabupaten Ngawi, Kamis (18/7) kemarin.
Karsinah, pengendara motor, memilih menyelamatkan putrinya yang masih balita tanpa memikirnya keselematannya sendiri saat jadi korban kecelakaan.
Warga Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Ngawi itu akhirnya meregang nyawa akibat kecelakaan di Jalan Raya Kedungputri-Geneng masuk Desa/Kecamatan Geneng, Ngawi.
''Kejadiannya sekitar pukul 10.15,'' kata Bayu Nuryanto, warga sekitar TKP.
Sementara anaknya yang berumur tiga tahun selamat, hanya mengalami luka babras di bagian wajah.
Insiden itu bermula saat Karsinah yang mendendarai Honda Beat AE 3529 K melintas di ruas jalan tersebut. Anaknya duduk di boncengan.
Motor matic yang dikendarainya itu disalip oleh truk bermuatan tebu yang sama-sama berjalan searah.
''Motor dan truk sama-sama dari arah barat ke timur,'' ungkap Bayu.
Nahas, bagian belakang truk nopol AD 9867 CJ yang dikemudikan Agus Suko Widodo, 52, warga Desa Jeblogan, Paron, Ngawi, itu menyenggol motor Karsinah.
Laju sepeda motor korban pun tak terkendali alias oleng. Karsinah terjatuh dan terpental ke pinggir jalan.
Namun, nalurinya sebagai seorang ibu mendadak muncul. Perempuan 43 tahun itu masih berusaha menyelamatkan putri balitanya di kondisi kritis tersebut.
Karsinah berupaya meraih dan menyelamatkan si buah hati sesaat sebelum tersungkur di tepi jalan.
Alhamdulillah, anaknya selamat. Namun, tidak dengan Karsinah. Ia meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Kepala korban menghantam aspal. Diduga, benturan keras itu mengakibatkan luka serius yang berujung kematiannya.
''Anaknya babras di wajah sebelah kiri,'' terang Bayu.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi Iptu Parsidi membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut.
Ia mengungkapkan, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk visum. Sementara anak korban, dirawat di RS. Widodo.
''Kendaraan terlibat laka serta sopir truk telah kami amankan,'' kata Parsidi. (sae/den)