NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – DPRD menilai angka kasus tindak kekerasan dan asusila terhadap anak di Kabupaten Ngawi masih tinggi.
Tak salah jika pihak legislatif meminta Pemkab Ngawi lebih serius dalam upaya pencegahan terjadinya tindak kekerasan dan asusila terhadap anak.
Pesan itu disampaikan DPRD Ngawi bersamaan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) hari Selasa (23/7) kemarin.
"Pemkab mesti mengambil langkah-langkah konkret untuk memperkuat perlindungan anak,’’ kata Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar.
Heru tak urung ikut terperangah dengan tingginya kasus kekerasan dan asusila terhadap anak hingga awal semester kedua tahun ini.
Dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana (DP3AKB) mencatat 21 kasus. Sebanyak 11 di antaranya tindak asusila.
"Kita harus bersatu melindungi anak-anak dan memastikan tumbuh kembangnya secara aman,’’ ujarnya.
Legislatif mendorong peningkatan upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak.
Salah satunya memperkuat koordinasi antar instansi maupun lembaga terkait urusan itu.
"Perlu meningkatkan edukasi dan sosialisasi. Masyarakat harus berani melapor jika melihat atau mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap anak,’’ paparnya.
Heru meminta pemkab untuk tidak ragu-ragu mengalokasikan anggaran program perlindungan anak. Pihaknya akan berupaya memfasilitasinya.
"Mari bergandengan tangan menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak-anak,’’ tuturnya. (sae/cor/*)
Editor : Budhi Prasetya