Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dishub Ngawi Sebut Keberadaan Talang Air Sekepuh Bertentangan UU LLAJ, DPUPR Pikirkan Opsi Sarana Irigasi Pengganti

Asep Syaeful • Rabu, 24 Juli 2024 | 23:00 WIB
PENINGGALAN BELANDA : Talang air sarana irigasi yang melintang diatas ruas Jogorogo-Ngrambe, Ngawi, disebut tidak sesuai kelayakan jalan.
PENINGGALAN BELANDA : Talang air sarana irigasi yang melintang diatas ruas Jogorogo-Ngrambe, Ngawi, disebut tidak sesuai kelayakan jalan.

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Sarana irigasi yang melintang di atas ruas Jalan Jogorogo – Ngrambe, Ngawi, yang rusak ditabrak truk memunculkan fakta baru.

Talang air jaringan irigasi Sekepuhyang terletak di Desa Ngrambe itu dinilai tak sesuai atau bertentangan dengan UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ)

Tak heran jika muncul wacana sarana irigasi peninggalan jaman penjajahan Belanda itu perlu dihapus.

''Tinggi kendaraan maksimal 4,2 meter. Sehingga, jembatan di atas jalan minimal tingginya lima meter,'' kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi Anang Heri Prabowo, Selasa (23/7).

Dishub akan koordinasi dengan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat terkait jaringan irigasi yang hancur ditabrak truk box hari Minggu (21/7) lalu.

"Kami akan komunikasi dengan DPUPR untuk mencarikan solusi," ujarnya.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Ngawi Dwi Miyatno mengatakan, ada opsi menghapus talang air irigasi Sekepuh.

Dengan kata lain, membangun sumur dalam untuk kawasan pertanian terdampak. Biayanya, sekitar Rp 450-500 juta.

"Tahun ini kami coba untuk kajian geolistriknya dulu. Jika ada potensi, kami usulkan sumur dalam," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, saluran sarana irigasi Sekepuh rusak setelah ditabrak truk. Akibatnya, distribusi air ke 19 hektar lahan pertanian di sekitarnya terdampak.

Jaringan irigasi Sekepuh memiliki wilayah baku 29 hektare. Sedikitnya, 19 hektare lahan pertanian di sebelah utara titik jaringan yang rusak itu bakal kesulitan air.

"Kami tadi juga asesmen terhadap tanaman padi warga, akan panen dua minggu lagi. Biasanya sebelum panen butuh air," ujar Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Ngawi Dwi Miyatno, Senin (22/7) lalu. (sae/den)

Editor : Budhi Prasetya
#uu llaj #DPUPR #lahan pertanian #ngawi #irigasi