NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemasalahan keberadaan talang air Sekepuh di Desa Ngrambe, ternyata juga berpengaruh bagi pariwisata di Kabupaten Ngawi.
Keberadaan talang air Sekepuh yang melintang di atas ruas Jalan Jogorogo – Ngrambe, Ngawi,itu mengganggu mobilitas bus pariwisata.
Alhasil, bus pengangkut rombongan wisata itu kerap menempuh jalur lain yang lebih jauh karena harus memutar.
Keluhan terhadap sarana saluran irigasi itu datang dari pengmudi bus pariwisata. Mereka menilai sarana irigasi tersebut tidak efisien.
Mereka menyebut banyak biro perjalanan wisata mengeluhkan keberadaan talang air Sekepuh tersebut.
Kendaraan besar harus memutar lebih jauh untuk mencapai destinasi wisata di lereng Gunung Lawu sisi utara.
Keluhan itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi Wiwien Purwaningsih.
Pada Ngawi Festival Tourisme tahun lalu, banyak biro perjalanan dari berbagai kota sambat ke bupati.
"Banyak biro perjalanan yang mengeluh karena tidak bisa lewat," ujarnya, Senin (22/7) lalu.
Dia ambil contoh, rombongan wisatawan dari Kebun Teh Jamus di Kecamatan Sine saat hendak ke Air Terjun Srambang Park di Kecamatan Jogorogo.
Rutenya harus memutar lewat Jalan Raya Ngrambe - Walikukun dan Jalan Raya Ngawi-Solo, baru Jalan Ngawi-Jogorogo. Pun sebaliknya.
"Jadi rugi di ongkos dan waktu," ungkapnya.
Dia mengatakan, harus ada solusi tepat terkait keberadaan saluran irigasi itu. Antara mempermudah jalur wisata dengan irigasi petani tetap mengalir.
"Jika benar dihapus, jalur wisata antar-destinasi menjadi lebih pendek, waktu dan biaya lebih murah," ujarnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya