NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Kebiasaan positif dalam keluarga memainkan peran penting dalam keberhasilan program penanganan stunting.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bringin Juariyanti menekankan pentingnya peran keluarga dalam program Pos Gizi.
"Kami selalu mengingatkan ibu-ibu untuk membiasakan hal tersebut," ujarnya.
Ada empat pesan kunci yang selalu disampaikan.
Antara lain membiasakan makan makanan yang mengandung protein hewani setiap hari, makan bersama keluarga, dan rutin memeriksa kesehatan di posyandu setiap bulan.
Selain itu, membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.
"Selain itu, penting untuk selalu memeriksa kebersihan kuku anak setiap hari," tambahnya.
Rifka Setianingrum, Bidan Desa Bringin, menjelaskan bahwa Pos Gizi Dashat adalah bagian dari program Pasti (Percepatan Stunting Timur Indonesia).
Program ini menargetkan 19 balita di bawah usia dua tahun.
"Pos Gizi Dashat adalah kombinasi antara Pos Gizi dengan konsep Positive Deviance (PD) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT)," terangnya.
Kegiatan ini juga menampilkan demo memasak dengan berbagai menu yang cocok untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.
Baca Juga: Fokus Cegah Stunting, Pemdes Mojo Pastikan Anak di Desanya Sehat dan Didampingi Pos Gizi Dashat
Beberapa menu tersebut antara lain Tongseng Ayam, Ikan Bumbu Kuning, Asem-asem, Bubur Sayur, Sup Jamur Kuping, Perkedel Tahu atau Jagung, dan Urap Sayur.
"Menunya sederhana tetapi bergizi dan bahan-bahannya mudah didapat," katanya.
Menu tersebut menggunakan bahan lokal bergizi seimbang yang diawasi oleh ahli gizi Puskesmas Poleang Utara.
Menu ini bisa dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
"Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan bisa mencontoh menu makanan sehat yang murah dan bergizi untuk keluarga," pungkasnya. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani