Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kemasi Barang dari Ruang Kerjanya Jelang Akhir Masa Jabatan, Ketua DPRD Ngawi: Kursi Dewan Tidak Saya Bawa

Asep Syaeful • Senin, 19 Agustus 2024 | 23:30 WIB
RUANG KERJA : Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar yang mulai mengemasi sejumlah barang pribadi dari ruang beberapa waktu lalu.
RUANG KERJA : Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar yang mulai mengemasi sejumlah barang pribadi dari ruang beberapa waktu lalu.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi - Masa jabatan Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar sejatinya masih satu pekan lebih.

Namun politisi PDI Perjuangan itu sudah nyicil boyongan dari ruangan ketua dewan sejak Jumat (16/8) lalu.

Beberapa barang seperti koleksi buku dan alat ibadah di ruangan itu dikemasnya untuk dibawa pulang.

"Kursi dewan yang mahal itu tidak saya bawa karena aset kantor," selorohnya.

Heru menjabat ketua sejak dilantik pada 12 April 2021. Dia sejatinya duduk di kursi wakil komisi I periode 2019-2024.

Namun, mendapat amanah menggantikan Dwi Rianto Jatmiko sebagai ketua dewan yang maju Pilkada Ngawi 2024.

"Sebenarnya tidak pernah menyangka bisa sampai titik tertinggi sebagai Ketua DPRD Ngawi," ujarnya.

Karier politik pria kelahiran 1965 itu dimulai sejak 1999. Diawali macung di pilkades 1999 di Desa Soco, Jogorogo.

Heru yang saat itu masih berusia muda, sekitar 33 tahun, berhasil mengalahkan inkamben 28 tahun menjabat.

Setelah menjabat kades pada 1999-2007, dia kembali terpilih kembali di periode kedua 2007-2013.

Setelah masa jabatan kades periode II habis, Heru mendaftarkan diri sebagai kader PDI Perjuangan. Dia lantas maju di pemilihan legislatif 2014.

Alhasil, sebanyak 7.400-an suara di dapil VI, Kecamatan Jogorogo, Ngrambe, dan Sine, diraupnya.

Pada Pileg 2019 dia mengantongi 7200-an suara. Dua kali coblosan itu dia berstatus pemeroleh suara terbanyak.

Sementara coblosan dewan tahun ini, Heru mendapat 6.799 suara. Berpeluang menjadi Ketua DPRD Ngawi 2024-2029 bersama Yuwono Kartiko Feligia dan Agit Hendiadi.

Menurut Heru, menjadi pemimpin butuh seni. Karena harus bisa mengorganisir perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban. Juga, harus siap dikritik.

"Saat seseorang tidak siap dikritik jangan pernah jadi pimpinan," pungkasnya. (sae/den)

Editor : Budhi Prasetya
#pdip #Heru #legislatif #ngawi #ketua dprd