NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bus Sugeng Rahayu polah, Honda Brio kepradah. Itu sesuai laka lantas di Jalan Raya Ngawi-Maospati, Desa/Kecamatan Geneng, Senin (19/8). ‘’Setelah diseruduk bus, mobil terpental dan masuk ke parit,’’ kata Nugroho, warga setempat.
Honda Brio apes itu bernopol B 2795 KON dikemudikan Sunaryo, 73, warga Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo, Magetan. Bus Sugeng Rahayu bernopol W 7499UP disopiri Agus Indria Utama asal Kelurahan Nambangan Kidul, Manguharjo, Kota Madiun.
Nugroho menyampaikan, dua kendaraan terlibat kecelakaan itu sama-sama melaju dari utara ke selatan. Petaka berawal saat bus hendak mendahului Brio namun muncul kendaran lain dari arah berlawanan.
Manuver gagal, bus banting setir ke lajur semula. ‘’Setelah tidak jadi menyalip dan kembali ke jalur kiri, bus malah menabrak bagian belakang mobil,’’ terangnya.
Mobil seketika terpental akibat senggolan bus Sugeng Rahayu. Brio kelir hitam itu kecemplung parit setelah menghindari pohon. "Memang kencang tadi busnya," ungkap Nugroho.
Sunaryo, sopir Brio, mengaku sudah agak menepi memberi ruang bus untuk menyalip. "Mobil saya sempat terpental. Reflek, banting setir karena di depan ada pohon," ujarnya
Kanitgakkum Satlantas Polres Ngawi Iptu Parsidi mengamini bus ugal-ugalan. Setelah gagal menyalip, bus kembali ke lajur awal tanpa memperhatikan kondisi. ‘’Sopir bus beserta bus sudah kami amankan,’’ kata Parsidi. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto