NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Investasi peranti rescue unit pemadam kebakaran (damkar) di Ngawi perlu segera dilakukan.
Sebab, permintaan penyelamatan di kabupaten ini terbilang tinggi. Catatan pihak Damkar Ngawi, ada 289 kasus sepanjang 2023.
"Sebenarnya kasus lebih banyak, beberapa di-handle relawan,’’ kata Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkar Satpol PP Ngawi Purwanto, Senin (19/8).
Ratusan kasus itu berasal dari beragam kejadian. Seperti laka air, orang atau hewan kecebur sumur, evakuasi ular dan tawon vespa.
Termasuk di antaranya adalah tindakan penyelamatan lainnya berupa pelepasan cincin dari jari warga.
Purwanto mengamini pihaknya nyaris tidak memiliki alat penyelamat. Baik untuk laka air maupun cemplung sumur. Tak terkecuali peranti animal rescue.
Sejauh ini, damkar baru punya gerinda kecil untuk pemotong cincin dan stick penangkap ular. Alat tersebut diklaim hasil iuran petugas damkar.
"Alat safety yang lain, sejauh ini meminjam milik relawan,’’ bebernya.
Disinggung ihwal skala prioritas, perlengkapan menyelam disebut urgent untuk segera punya.
Pun, perahu karet. Termasuk, tripod rescue, blower, dan tali pengaman, untuk penyelamatan cemplung sumur.
Serta alat pelindung diri (APD) untuk memadamkan kebakaran.
"Seharusnya alat-alat itu memang ada, untuk upaya penyelamatan dan keselamatan petugas," ujarnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya