NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Desa Gempol, Kecamatan Karangjati, turut serta memeriahkan Karnaval Budaya se-Kecamatan Karangjati yang diadakan 20 Agustus lalu.
Mengusung tema "Gumbreg Maesa, Gempol Gumbregah Mbangun Desa," peserta dari Desa Gempol tampil dengan penuh semangat dan kreativitas.
Dalam karnaval ini, Desa Gempol menampilkan dua ratusan personil yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat.
Termasuk pamong desa, kader PKK, posyandu, komunitas senam, dan pemuda desa.
"Antusiasme masyarakat sangat tinggi, ini kali pertama Gempol berpartisipasi setelah sekian lama, terakhir kami mengikuti karnaval tahun 1994," ujar Kepala Desa Gempol Mahfud Agus Hariyadi.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah parodi kader posyandu yang mengkampanyekan pencegahan stunting.
Dalam penampilannya, sosok bayi besar dalam kereta dorong dengan botol susu dari galon air kemasan menjadi pusat perhatian, didampingi "ibu" dan "ayah" yang mendorong keretanya.
Selain berfokus pada aspek budaya, Pemdes Gempol juga aktif dalam pengendalian hama tikus di wilayahnya.
"Kami sangat memperhatikan larangan penggunaan jebakan listrik demi keselamatan warga," kata Mahfud.
Ia juga menambahkan bahwa penanggulangan stunting di Desa Gempol mendapat pengakuan yang cukup membanggakan.
Bahkan, berhasil masuk dalam tiga besar desa dengan penanggulangan stunting terbaik di Jawa Timur.
Mahfud optimis bahwa karnaval ini dapat terus diadakan setiap tahun, dan dengan koordinasi yang lebih baik, lebih banyak warga yang dapat berpartisipasi di masa mendatang.
Ia berharap prestasi Desa Gempol dalam pengendalian stunting dapat membawa Ngawi menuju peringkat lima besar nasional.
(rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani