NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Kuota tenaga kesehatan (nakes) dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 lingkup Pemkab Ngawi mendapatkan porsi besar.
Badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM) mencatat jatahnya 96 dari total 283 kuota yang dibuka.
Sementara sisanya merupakan tenaga teknis dari berbagai bidang kerja. Itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Yudono.
"Kami memang masih kekurangan tenaga kesehatan," ucapnya, Jumat (23/8).
Formasi itu meliputi administrator kesehatan, asisten pranara anestesi, bidan, dokter, dan dokter gigi.
Lalu entomolog kesehatan, nutrisionis, perawat, pranata laboratorium, dan radiografer. Juga tenaga promosi kesehatan hingga tenaga sanitasi lingkungan.
Yudono menerangkan formasi yang dibuka dalam seleksi CPNS tahun ini merupakan usulan dari 2023.
Kekurangan nakes terjadi khususnya di dua rumah sakit baru, yakni RSUD Geneng dan RSUD Mantingan.
Karenanya, kedua fasilitas layanan kesehatan itu mendapatkan alokasi total 19 nakes baru dari CPNS kali ini.
RSUD Geneng mendapatkan jatah 12 formasi dan RSUD Mantingan lebih sedikit dengan tujuh.
"Sisanya disebar di 24 puskesmas, Labkesda Ngawi, RSUD dr Soeroto, dan dinkes," urainya.
Yudono berharap semua kuota nakes dalam CPNS 2024 dapat terpenuhi. Sebab ada beberapa formasi yang sulit terisi, salah satunya dokter.
"Dengan adanya penambahan nakes, masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan yang berkualitas," tuturnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya